Api Terlalu Besar, Pemkab Langsung Minta Tolong

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,PANGKALAN BUN– Tim gabungan dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dan Damkar terus berjibaku menjinakkan api yang melahap puluhan hektare (Ha) lahan. Hal ini membuat Kotawaringin Barat (Kobar) sedang siaga menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).  Kesiapsiagaan dari tim gabungan terlihat dari rutinnya tim berpatroli mencari titik panas atau lokasi kebakaran yang ada di Bumi Marunting Batu Aji. Ketika mendapat laporan dan menemukan lokasi karhutla, tim langsung bergerak cepat memadamkannya. Seperti kebakaran yang terjadi di ruas Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), kemarin siang (19/2).

Kebakaran lahan di ruas Pangkalan-Kolam terjadi di Km 12 hingga Km 16. Lahan sawit yang sudah tertanam maupun perkebunan masyarakat secara perlahan berkobar. Bhabinkamtibmas Kelurahan Mendawai Seberang Bripka Nonot yang terlibat dalam pemadaman tersebut menduga, api sengaja disulut oleh orang yang tak bertanggung jawab. “Apinya muncul dari lahan dan terus meluas, karena angin cukup kencang menuju ke arah Kolam,” ucap Nonot di sela-sela membantu memadamkan kebakaran lahan di jalan Pangkalan Bun-Kolam, kemarin.

Kebakaran yang semakin meluas tersebut, membuat Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah turun langsung ikut memadamkannya. Setelah berjibaku memadamkan api yang membakar lahan gambut, Ahmadi mengaku pihaknya akan segera mengambil beberapa langkah strategis untuk mengatasi karhutla ini. “Besok (hari ini, red) kami rapat bersama penanggulangan karhutla, melibatkan dinas terkait beserta seluruh komponen masyarakat di Kobar. Karena tanpa dukungan semua pihak, sangat mustahil (karhutla) bisa kita kendalikan,” ucap Ahmadi.

Ahmadi juga mengingatkan masyarakat, agar tidak membakar lahan sembarangan. “Kita minta masyarakat bersama bergabung menjadi relawan pemadam kebakaran,” harapnya sembari menyebut salah satu skenario untuk pemadaman adalah dari udara, yakni dengan meminta bantuan heli water bombing.

Sementara Bupati Kobar Hj Nurhidayah kepada Kalteng Pos menegaskan, telah mengajukan peminjaman helikopter water bombing kepada gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, untuk membantu memadamkan kebakaran yang terjadi.”Kita sudah ajukan peminjaman helikopter kepada gubernur, untuk membantu pemadaman kebakaran hutan di Kabupaten Kobar,” kata Nurhidayah.  Sementara, Kodim 1014/PBN mendirikan posko bersama antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di enam kecamatan. Posko bersama didirikan di lokasi rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pendirian posko bersama ini selain melibatkan personel TNI, juga melibatkan unsur dari Polri, BPBD, Manggala Agni serta Taruna Siaga Bencana (Tagana). Pendirian posko bertujuan selain untuk memaksimalkan pencegahan karhutla, juga agar para personel dapat dengan cepat melakukan pemadaman dan penindakan terhadap karhutla yang terjadi.”Kita mendirikan posko di enam kecamatan seperti di Kecamatan Kumai, Arut Selatan, Kotawaringin Lama (Kolam), Aruta, Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng,” ujar Komandan Kodim 1014/PBN, Letkol INF Wisnu Kurniawan, Senin (19/2).

Ia menambahkan, selain mendirikan posko karhutla, Kodim 1014/PBN gencar melaksanakan sosialisasi berupa imbauan kepada masyarakat, baik secara langsung menemui masyarakat dan juga imbauan melalui masjid-masjid, seperti yang dilaksanakan oleh Danramil 01/Arsel, Kodim 1014/PBN Kapten INF Sumarna di Masjid Kelurahan Mendawai Seberang dan Raja Seberang.

Selain langkah pencegahan, penindakan dan pemadaman karhutla, Kodim 1014/PBN juga bersinergi dengan Polres Kobar melaksanakan patroli bersama bahaya karhutla. “Kemarin Danramil Arsel juga sudah melaksanakan imbauan di masjid-masjid,” pungkasnya. (*tyo/ala/dar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar