Ciptakan Pilkada yang Jurdil, Rajiun Center Bentuk Satgas Anti Money Politic

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MUNA BARAT – Pilkada Serentak 2018 tinggal beberapa bulan lagi, khususnya Pilgub Sulawesi Tenggara. Tepatnya jatuh pada 27 Juni 2018. Ini merupakan Pilkada Serentak gelombang ketiga. Untuk menciptakan Pilkada yang jujur dan adil terbebas dari politik uang, La Ode Rajiun Tumada berinisiatif membentuk Tim Satgas Anti Money Politic.

Satgas Anti Money Politic ini mulai dideklarasikan pada 1 Maret 2018 mendatang. Namun, saat ini tim telah berjalan untuk melakukan sosialisasi dan konsolidasi di masyarakat untuk mensukseskan gagasan dari La Ode Rajiun yang juga merupakan Bupati Muna Barat. Semua lapisan masyarakat dirangkul untuk bersama-sama menyuarakan gerakan anti money politic.

“Gerakan ini kita libatkan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat tokoh perempuan, semua stake holder kami ajak untuk menyuarakan anti money politik. Kita harapkan gerakan ini menjadi gerakan kultural sehingga melahirkan kesadaran kritis masyarakat,” tegas La Ode Rahmat yang merupakan Direktur Lembaga Rajiun Center kepada fajar.co.id.

Selain itu, kalangan mahasiswa juga tak luput dari ajakan gerakan tersebut. Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan ini bertujuan untuk memberikan edukasi politik kepada masyarakat, bukan sebatas slogan belaka.

“Kebetulan ada mahasiswa KKN, jadi kami ajak untuk bekerjasama membantu gerkan ini. Saatnya mahasiswa yang KKN tidak lagi hanya sekedar terjebak pada kerja-kerja fisik di lokasi KKN, kami akan mengajak mereka untuk bekerja sama memberikan pencerahan pada masyarakat,” ujarnya.

Rahmat melanjutkan, lahirnya gerakan ini pula berkaca pada Pilkada Serentak 2017 lalu, khususnya di Kabupaten Muna Barat. La Ode Rajiun terpilih menjadi Bupati Muna Barat karena keinginan masyarakat tanpa ada tekanan maupun politik uang untuk meraup suara. Tapi, terpilihnya La Ode Rajiun karena kerja tulusnya dalam membangun Muna Barat ketika dipercayakan menjadi Pejabat Bupati Muna Barat.

“Gerakan ini merupakan kehendak rakyat Muna Barat. Gerakan ini lahir untuk membebaskan Muna Barat dari praktek-praktek politik kotor. Dengan adanya gerakan ini, kita akan bangun politik yang bermartabat untuk kejayaan Wuna Raya khususnya Muna Barat,” tukasnya.

Jika tidak ada aral melintang, gerakan ini akan dideklarasikan secara besar-besaran pada 1 Maret mendatang bertempat di lapangan Desa Moraobea. Diprediksi deklarasi gerakan ini akan dihadirkan sedikitnya 20 ribu orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat.

“Momentum ini sangat sakral karena tanggal tersebut tanggal yang bersejarah bagi rakyat Indonesia, spirit 1 Maret kita jadikan pijakan untuk melawan money politik, khususnya di Muna Barat,” urainya.

Deklarasi tersebut juga akan dibarengi dengan berbagai kegiatan. Diantaranya, festival politik, panggung rakyat, pagelaran seni kerakyatan dan kegiatan bersifat entertain yang dikemas dalam bentuk politik. Hal ini bertujuan untuk menghibur dan juga memberikan Pendidikan politik yang baik.

Sekedar informasi, Gerakan Satgas Anti Money Politic ini disambut baik oleh beberapa daerah lainnya. Bahkan, sudah ada beberapa Bupati yang berniat untuk bergabung dalam gerakan tersebut. “Bupati Muna Barat sebagai penggagas gerakan ini mengajak beberapa bupati untuk melakukan hal yang sama, dan beberapa bupati merespon positif gerakan ini tinggl mengatur secara teknis untuk deklarasinya nanti,” ucapnya. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar