Diminta Mundur dari PAN, Rajiun Tumada: Saya Tunggu Pemecatannya!

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MUNA BARAT – Ketua DPD PAN Muna Barat yang juga Bupati Muna Barat, La Ode Rajiun Tumada tak gentar dengan ancaman dari Sekretaris DPW PAN Sulawesi Tenggara, Adriatma Dwi Putra (ADP).

ADP dalam keterangannya disejumlah media meminta kepada Rajiun agar segera mundur dari PAN dari waktu yang ditentukan 2×24 jam. Jika tidak, Rajiun yang bakal dipecat. Hal itu dilakukan mengingat Rajiun dinilai sudah tidak loyal terhadap partai karena tidak mendukung calon Gubernur Sultra yang diusung PAN, Asrun-Hugua.

Rajiun diberikan waktu oleh ADP untuk menentukan sikapnya, apakah bertahan di PAN dan mendukung pasangan Asrun-Hugua di Pilgub Sultra atau dipecat.

Rajiun yang dikonfirmasi fajar.co.id, menanggapi santai ancaman yang dilontarkan Wali Kota Kendari itu. Bahkan, Rajiun tak gentar jika langsung dipecat.

“Tidak perlu tunggu 2×24 jam. Tapi, saya tunggu pemecatannya 1×1 jam,” kata Rajiun santai.

Dalam kesempatan itu, Rajiun juga menanggapi komentar ADP bahwa dirinya selaku ketua DPD PAN Muna Barat ingin menghabisi kader-kader partai yang dianggap telah turut serta membesarkan PAN. “Mereka itu kader yang jadi Malin Kundang. Dan pemecatan mereka justru diamine oleh ADP karena yang bertandatangan itu ADP, saya hanya mengusulkan,” tambahnya.

Sebagai seorang mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sultra, Rajiun merasa tersinggung dengan perkataan ADP yang menganggap pendekatan yang dilakukan Rajiun dalam memimpin partai menggunakan metode pendekatan Sat Pol PP.

“Terkait background saya mantan Sat Pol PP, saya tegaskan kalau Sat Pol PP itu kebanggaan saya. Jangan hinakan Sat Pol PP karena jangan sampai terjadi pengepungan Sat Pol PP se-Sultra,” tegasnya. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...