Faizal Assegaf: Rizieq Digoreng, Anies-Sandi Cuci Tangan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) punya kontribusi besar menjadikan Anies Baswedan dan Sandiga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Guberdur DKI Jakarta. Sayangnya, kegaduhan politik yang menyeret nama Rizieq saat ini, belum membuat keduanya mengambil langkah penyelesaian yang konkret.

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, mengungkapkan, Habib Rizieq dan gerakan 212 sangat berkontribusi besar membawa Anies-Sandi ke kursi kekuasaan. Seperti yang diketahui, Rizieq adalah penduduk Jakarta yang punya hak untuk mendapatkan jaminan ketenangan dan kenyamanan dari Pemprov DKI.

“Seharusnya keduanya bersikap peduli, mencari solusi bagi HRS,” tekannya.

Kalau saat ini Rizieq, lanjut dia, menjadi objek politik yang krusial dan berpotensi menyulut konflik SARA, seharusnya Anies selaku Gubernur harus bertindak antisipasi dan proaktif meredakan situasi.

“Salah satu tanggungjawab Kepala Daerah adalah melindungi warganya, menciptakan kedamaian dan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh warga DKI,” lanjut pendiri PA 212 ini.

Namun faktanya, Anies dan Sandi Tampak membiarkan Rizieq digoreng oleh isu-isu SARA dan politik destruktif. Padahal keduanya punya otoritas untuk menertibkan dan melindungi warganya.

Perlu dipahami bahwa kasus dan polemik yang menyeret Rizieq bukan masalah nasional, tapi merupakan persoalan lokal dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Mestinya Anies menggunakan kewengannya untuk membujuk Rizieq agar kembali ke Indonesia dengan cara-cara yang damai dan bermartabat.

“Kalau hal itu tidak dilakukan Anies, saya khwatir publik akan mencurigainya ikut terlibat membiarkan Rizieq terzalimi oleh isu-isu politik yang provokatif, berbau SARA dan bertujuan untuk mengacaukan stabilitas politik nasional,” tutup Faizal. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...