Melanggar Kode Etik Jurnalistik, Media Indonesia Harus Minta Maaf ke Demokrat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Masalah antara Partai Demokrat dan Media Indonesia akhirnya menemui titik terang, setelah Dewan Pers mengeluarkan keputusan atas masalah pemberitaan yang telah merugikan Partai Demokrat dan Ketua Umummnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan, keputusan Dewan Pers atas isi pemberitaan yang diterbitkan oleh Media Indonesia dengan judul "Pemenang Tender Ditolak, SBY Bertindak" dianggap salah oleh Dewan Pers berdasarkan pada kode etik jurnalistik.

"Saya Jansen Sitindaon atas nama Pengadu, dan seluruh kader Partai Demokrat se-Indonesia mengucapkan terimakasih kepada Dewan Pers atas proses persidangan yang cepat dan responsif ini. Sehingga polemik dan sengketa ini dapat cepat dan segera diselesaikan," kata Jansen lewat rilisnya ke redaksi Fajar.co.id, Rabu (21/2).

Dalam sidang itu Dewan Pers memutuskan Media Indonesia telah melanggar kode etik jurnalistik, Jansen Sitindaon tak menapik bahwa Media Indonesia dan Partai Demokrat tetap bersahat. Langkah Partai Demokrat melaporkan Media Indonesia ke Dewan Pers atas pemberitaan tersebut sebagai bentuk kasih sayang kepada Media Indonesia.

"Semua media termasuk Media Indonesia adalah sahabat kami Demokrat. Pengaduan ini sebagaimana telah di sampaikan sejak awal adalah bagian dari tindakan sayang kami, untuk mengingatkan teman kami para rekan-rekan Media. Karena teman yang baik adalah teman yang berani mengingatkan kalau teman tersebut salah, agar kedepan semakin lebih baik lagi," ucap Jansen.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA


Comment

Loading...