Nuance Setop Pengembangan Aplikasi Swype, Ini Alasannya…

1 Komentar

FAJAR.CO.ID — Nuance Communications sebagai pengembang resmi “menyuntik mati” aplikasi Swype Keyboard. Mereka menjelaskan bahwa hal ini disebabkan banyak yang telah berubah sejak Swype diluncurkan pertama kali. Kemudian persaingan di sektor aplikasi keyboard juga semakin ketat.

Sejak saat itu tidak bisa dielakkan bahwa aplikasi keyboard yang dihadirkan secara default oleh vendor di masing-masing produk smartphone mereka telah mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.

Situasi tersebut menyebabkan lebih banyak orang merasa tak perlu memasang aplikasi keyboard dari pihak ketiga atau Third Party. Hal itulah yang menjadi sebab Nuance lebih memilih untuk keluar dan menutup pengembangan Swype, startup yang mereka akuisisi beberapa tahun yang lalu senilai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Seperti JawaPos.com lansir dari laman TheVerge, Rabu (21/2/2018), Nuance Communications menyebutkan bahwa mereka ingin mengalihkan fokus bisnisnya pada sektor yang lebih menguntungkan.

Perihal dihentikannya pengembangan aplikasi tersebut oleh Nuance awalnya terungkap seorang pengguna Reddit. Dia mengaku telah menghubungi Nuance untuk bertanya terkait masalah pada aplikasi Swype yang tidak lagi mendapatkan update pembaruan. Dari situ diketahui bahwa Nuance menyatakan bahwa aplikasi keyboard itu memang tidak lagi dikembangkan.

“Nuance tak akan lagi memperbarui Swype + Dragon Keyboard untuk Android. Mohon maaf karena kami meninggalkan bisnis keyboard yang direct-to-consumer, namun perubahan ini diperlukan agar kami dapat berkonsentrasi untuk mengembangkan solusi AI kami, untuk dijual langsung ke bisnis,” kata Tim Produk Swype menanggapi pengguna Reddit.

Swype juga mengonfirmasi berhentinya aplikasi Swype Keyboard untuk iOS dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di Zendesk. “Nuance tidak akan lagi menawarkan keyboard Swype di toko aplikasi iOS. Kami harap Anda menikmati penggunaan Swype, kami sangat senang bekerja sama dengan komunitas Swype,” bunyi pernyataan itu.

Penelusuran JawaPos.com di Google Play, aplikasi tersebut saat ini masih dapat ditemukan, bahkan diunduh dan digunakan. Namun seiring kabar dari pengembang tentang aplikasi yang telah resmi disuntik mati itu, pengguna tidak akan lagi mendapatkan update pembaharuan. (ryn/JPC)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...