Soal Penyerangan Ulamah, Begini Analisis Intelijen

Rabu, 21 Februari 2018 11:04

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat intelijen dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyampaikan bahwa serangan terhadap ulama yang berulang kali terjadi di berbagai daerah dan lokasi berbeda tidak bisa disebut sekedar insiden.”Jika terjadi satu kali saya bisa percaya itu insiden,” imbuhnya.Namun, karena serangan terus berulang, dia memandang bahwa serangan tersebut sudah diatur. ”Menurut saya by design,” tambah dia.Pria yang akrab dipanggil Khairul itu menyebut, pengaturan serangan tersebut dilakukan oleh jaringan fasis. ”Mereka menyebar di kelompok-kelompok politik yang bahkan berhadap-hadapan,” terang dia.Sebab, dia yakin bukan jaringan atau kelompok teroris yang menggerakan para pelaku penyerangan.”Bahwa mereka melibatkan kelompok-kelompok esktrem itu mungkin saja. Namun, perlu telaah lebih lanjut,” bebernya.Berdasar analisisnya, sejumlah serangan belakangan tidak dilakukan untuk mencapai target jangka pendek.Melainkan ada tujuan jangka panjang. Bahkan, masih kata dia, infrastrukturnya sudah disiapkan sejak pemilu 2014 tuntas. Jika diibaratkan rumput atau jerami, sambung Khairul, rumput atau jerami itu sudah kering.”Siap dibakar sewaktu-waktu,” ungkap dia. Tujuannya tidak lain untuk menciptakan kecurigaan di antara masyarakat.Selain itu, juga untuk membuat ketakutan yang menyebar. ”Dan pada akhirnya kegaduhan,” kata Khairul. Saat ini, problem hukum dan keamanan berkelindan dengan masalah sosial ekonomi.Untuk itu, dia berpendapat bahwa Polri harus sangat hati-hati mengambil langkah. ”Penting bagi Polri untuk mendesain pendekatan yang lebih dialogis, lentur, dan humanis agar tidak kontra produktif bagi upaya penegakan hukum dan keamanan yang harus mereka lakukan dalam kondisi apapun,” bebernya.

Komentar