Bercinta dengan Guru, Remaja Minta Uang Tutup Mulut Rp 400 Juta

Kamis, 22 Februari 2018 - 04:07 WIB

FAJAR.CO.ID  —  Remaja berusia 18 tahun memeras mantan gurunya yang pernah berselingkuh dengannya. Tak tanggung-tanggung, remaja itu meminta uang hingga 22 ribu poundsterling atau sekitar Rp400 juta sebagai uang tutup mulut.

Dalam menjalankan aksinya, remaja itu menggunakan akun palsu di Facebook. Ia mengaku mengetahui perselingkuhan sang guru dengan salah satu muridnya yang tak lain adalah dirinya sendiri. “Halo, Anda tidak mengenal saya, tapi saya sangat mengenal Anda,” tulisnya dalam pesan.

Remaja itu kemudian mengancam akan memposting foto-foto hubungan intim mereka jika tidak diberi uang.

Awalnya, ia meminta 8 ribu poundsterling atau sekitar Rp145 juta. Namun ditolak. Ia lalu mengirim sebuah pesan baru yang berbunyi, “Kalau begitu, hidup Anda akan terbalik dalam beberapa minggu ke depan.”

Mereka saling menukar pesan lebih lanjut dan akhirnya sang guru setuju untuk menyerahkan uang itu. Ia mengambil £ 4.000 dari tabungannya dan pinjaman 4.000 poundsterling. Uang itu kemudian disimpan di semak-semak di dekat sekolah.

Sang guru berpikir itu adalah akhir dari masalah ini. Namun pada bulan Desember 2016, guru tersebut menerima sebuah email lagi yang meminta uang lebih banyak. Lagi-lagi pelaku menggunakan alamat email palsu. Dia akhirnya setuju untuk kembali memberikan uang tambahan sebesar £ 2.000.

Pada bulan Februari 2017 dia menerima email terakhir yang meminta 12.000 poundsterling, yang sudah tidak mampu dia bayar. Guru itu pun memutuskan untuk menghubungi polisi. Petugas menemukan telepon dan laptop yang telah digunakan untuk membuat profil palsu setelah menggerebek rumahnya.

Di pengadilan Leicester, awal pekan ini, remaja yang berhubungan intim dengan gurunya pada usia 15 tahun tersebut mengakui kesalahannya.

Pengacara, Pree Brada, berkata, “Terdakwa tahu apa yang dia lakukan itu sangat serius dan jahat dan akan memiliki konsekuensi yang sangat serius. Dia tahu dia akan dihukum dengan kasar.”

Dia mengklaim bahwa guru tersebut telah melakukan sesi ‘pelajaran pribadi’ di kamar hotel bersama siswa dan telah membelikannya hadiah termasuk sebuah iPhone, pakaian, dan sebuah Playstation. “Apapun sifat hubungan itu, tidak ada alasan untuk memeras,” kata Hakim Timothy Spencer QC yang menghukum remaja itu hukuman delapan bulan. (Metro/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *