Mesin Mati, 43 Penumpang Kapal Terombang-ambing di Laut Lepas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Sebanyak 43 penumpang KLM Umega Berkah terombang-ambing di lautan lepas. Kapal yang berangkat dari Pulau Kalukuang Kecamatan Liukang Kalmas Pangkep, secara tiba-tiba mengalami mesin mati atau mogok saat berada di laut lepas sekitar pulau Marsande.

Akibatnya para penumpang terombang ambing selama 32 jam. Informasinya mesin kapal ngadat di tengah laut diterima Kapolsek Kalmas AKP Supriadi, Selasa (20/2).

”Kami mendapat info dari masyarakat bahwa ada kapal dari Kalukuang Kecamatan Liukang Kalmas mati mesinnya di tengah laut dekat pulau Marasende.

Kronologis kejadian, kata AKP Supriadi, kapal berangkat dari Kalukuang tujuan Pelabuhan Paotere, Makassar. Namun saat berada di tengah laut tiba-tiba mesinnya mati dan terbawa arus. Ketika terbawa arus ada nelayan melintas di sekitar laut itu dan langsung menolong dan menarik ke Pulau Marasende sebagai pulau terdekat. Jumlah penumpang 43 orang bersama 6 ABK.

Pihak Basarnas Makassar sendiri menuju TKP sekitar pukul 19.45 wita Selasa untuk mengevakuasi penumpang. Basarnas tiba esoknya sekitar pukul 05.30 wita di Paotere. Ada 18 Penumpang yang dibawa Tim Basarnas ke Paotere, 10 laki-laki, delapan wanita. Sementara 25 penumpang lainnya kembali ke Pulau Kalukuang.

Kapolsek Liukang Kalmas, AKP Supriadi mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan dengan berkordinasi bersama Basarnas, untuk melakukan penjemputan penumpang Kapal tersebut di Pulau Marasende.

“Semua penumpang kapal tsb selamat. Sedangkan kapal tsb ada di pulau marasende dalam keadaan selamat. Kapal laut Umega Berkah tersebut adalah kapal baru dan baru pertama kali beroprasi,” pungkas Supriadi. (udi/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment