Rajiun Tumada Resmi Dinonaktifkan dari Ketua PAN Muna Barat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Polemik antara DPW PAN Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan Ketua DPD PAN Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode Rajiun Tumada masih terus bergulir. Sebelumnya, Sekretaris DPW PAN Sultra, Adriatma Dwi Putra telah memberikan deadline waktu 2×24 jam kepada Rajiun untuk mengundurkan diri dari PAN jika tidak maka langkah pemecatan yang diambil.

Namun, belum sampai waktu yang ditentukan, DPW PAN Sultra telah menggelar rapat internal membahas langkah apa yang diambil terhadap sikap Rajiun Tumada yang dianggap sudah melanggar aturan partai berlambang matahari terbit itu.

Rapat internal dipimpin langsung Ketua DPW PAN Sultra, Abdurrahman Shaleh (ARS). Dalam rapat tersebut, ARS mengaku pada prinsipnya PAN memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang harus dipatuhi bagi seluruh kader tanpa terkecuali.

“Semua diatur hak dan kewajiban berpartai. Kalau melakukan sesuatu ada sanksi, apalagi mengobar kebencian yang menghambat militansi tim di sana,” kata ARS seperti dikutip dari inilahsultra.com, Kamis (22/2).

Sebelum mengambil keputusan, ARS mengaku sudah mengetahui sikap Rajiun Tumada melalui media massa. Mengingat polemik itu menyangkut internal partai, maka DPW PAN Sultra mengambil langkah untuk menggelar pleno untuk mengambil sikap terhadap Rajiun Tumada dengan sebelumnya tetap melakukan koordinasi dengan DPP PAN.

“Hasil konsultasi dengan DPP, segala keputusan diserahkan kepada DPW. Apa pun keputusan DPW akan diamini oleh DPP,” tegasnya.

Alhasil, dari hasil rapat pleno tersebut, DPW PAN Sultra mengambil sikap tegas untuk menonaktifkan Rajiun Tumada sebagai Ketua DPD PAN Muna Barat. Keputusan tersebut juga akan langsung dibawa ke DPP secara tertulis dan telah menjadi keputusan mutlak dari partai. “Ini keputusan mutlak dari partai dan terserah kalau dia mau menggugat,” tuturnya.

Dengan demikian, Rajiun Tumada kini hanya berstatus kader biasa di tubuh PAN. Rajiun Tumada sendiri tidak lagi diperkenankan untuk mengurus partai. “Jadi kalau dia bicara hanya anggota biasa saja,” tukasnya. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...