Rajiun Tumada Resmi Dinonaktifkan dari Ketua PAN Muna Barat

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Polemik antara DPW PAN Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan Ketua DPD PAN Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode Rajiun Tumada masih terus bergulir. Sebelumnya, Sekretaris DPW PAN Sultra, Adriatma Dwi Putra telah memberikan deadline waktu 2x24 jam kepada Rajiun untuk mengundurkan diri dari PAN jika tidak maka langkah pemecatan yang diambil.

Namun, belum sampai waktu yang ditentukan, DPW PAN Sultra telah menggelar rapat internal membahas langkah apa yang diambil terhadap sikap Rajiun Tumada yang dianggap sudah melanggar aturan partai berlambang matahari terbit itu.

Rapat internal dipimpin langsung Ketua DPW PAN Sultra, Abdurrahman Shaleh (ARS). Dalam rapat tersebut, ARS mengaku pada prinsipnya PAN memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang harus dipatuhi bagi seluruh kader tanpa terkecuali.

“Semua diatur hak dan kewajiban berpartai. Kalau melakukan sesuatu ada sanksi, apalagi mengobar kebencian yang menghambat militansi tim di sana,” kata ARS seperti dikutip dari inilahsultra.com, Kamis (22/2).

Sebelum mengambil keputusan, ARS mengaku sudah mengetahui sikap Rajiun Tumada melalui media massa. Mengingat polemik itu menyangkut internal partai, maka DPW PAN Sultra mengambil langkah untuk menggelar pleno untuk mengambil sikap terhadap Rajiun Tumada dengan sebelumnya tetap melakukan koordinasi dengan DPP PAN.

“Hasil konsultasi dengan DPP, segala keputusan diserahkan kepada DPW. Apa pun keputusan DPW akan diamini oleh DPP,” tegasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...