Jalan Disini Paling Menakutkan, Jambret, Rampok dan Pembunuhan Sering Terjadi

Jumat, 23 Februari 2018 - 03:20 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Kriminalitas di ibu kota Kaltim bisa dibilang memprihatinkan. Terutama di ruas Jalan AW Sjahranie, baik di kawasan Air Hitam maupun Samarinda Utara. Tak sedikit korban kejahatan di sepanjang jalan itu, bahkan ada yang meregang nyawa. Kawasan itu tampaknya menjadi “primadona” para pelaku kejahatan, baik jambret maupun pencurian.

Menilik ke belakang, publik Kota Tepian pernah dikejutkan dengan aksi jambret yang dilakukan terhadap Rika Novita Syoer, guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) YPI Cordova di Samarinda di flyoverpada 2016 silam. Sebelum peristiwa yang merenggut nyawa Umi Rika (sapaan akrab Rika Novita Syoer), Yuni Purwanti (33), seorang ibu rumah tangga juga meregang nyawa di kawasan AW Sjahranie.

Medio Maret 2017, seorang anggota Polri, Brigpol Ribut Wahyudi, sempat adu kekuatan dengan tiga pelaku spesialis bobol mobil. Dari tiga orang, hanya satu yang mampu dilumpuhkan polisi bertubuh kekar itu (selebihnya lihat infografis). Aksi para pelaku itu merupakan sebagian dari kejadian di ruas jalan sepanjang sekitar 3,8 kilometer tersebut.

Teranyar adalah tertangkapnya satu dari dua perampok, yakni Arey Irawan (26), warga Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Pemuda itu beraksi menggunakan air soft gun jenis pistol untuk menakuti korbannya. “Total senjata ada lima. Empat pistol dan pisau lipat,” sebut Kapolsek Samarinda Ulu Kompol Raden Sigit Satriou Hutomo.

Menanggapi adanya kejadian di ruas Jalan AW Sjahranie, perwira melati satu yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Sangasanga itu mengimbau agar para pelaku usaha bisa memasang closed circuit television (CCTV). “Itu tentu sangat membantu kami dalam ungkap kasus nantinya,” ujar pria yang gemar bercanda bersama awak media itu.

Lebih jauh, ketika Kaltim Postmenyinggung temuan air soft gun, Sigit belum bisa merinci. “Dia pemain lama atau baru belum bisa dipastikan. Fokus kami menghilangkan zat inhalan yang baru saja disalahgunakan,” sambung Sigit.

Tak menampik, lanjut Sigit, daerahnya memang cukup rawan terjadi aksi kriminal. Sebab itu, jajarannya tentu semakin digencarkan patroli. Namun, dia tak berharap kejadian serupa juga terjadi di wilayah hukum lain di Samarinda.

Pasalnya, sebelum aksi Arey tepergok Senin malam, seorang perempuan juga jadi korban kejahatan di Jalan Biawan, Samarinda Ilir. Pelaku menggunakan pistol. “Dugaannya bisa saja dia (Arey) juga pelakunya,” tegas Sigit. Ditemui singkat di rumah sakit, Arey yang ditanya mengaku baru sekali. “Ya baru ini, Pak,” ucapnya sembari meringis.

Kawasan lain yang juga harus jadi perhatian polisi adalah Jalan PM Noor, DI Panjaitan, Ahmad Yani, Biawan, Muso Salim, Imam Bonjol, Jalan Jakarta, serta beberapa ruas jalan lainnya. (*/dra/kri/k11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.