Kisruh PAN di Sultra, Sekjen: Apa yang Mau Direspon?

Jumat, 23 Februari 2018 - 06:26 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Laporan terkait kisruh di tubuh PAN Sulawesi Tenggara (Sultra) ternyata belum sepenuhnya diterima oleh Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno. Padahal, pengunduran diri ketua DPD PAN Kabupaten Muna Barat, La Ode Rajiun Tumada dan Buton, La Bakry sudah marak di pemberitaan sejumlah media.

Bahkan, hari ini (Jum’at, 23/2) beberapa petinggi DPD PAN Kota Baubau juga akan menyatakan mundur dari partai yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu. Peristiwa ini setidaknya akan berdampak bagi calon gubernur dan wakil gubernur Sultra yang diusung oleh PAN, Asrun-Hugua, khususnya di Muna Barat, Buton dan Kota Baubau.

Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno yang dikonfirmasi terkait gelombang mundurnya Rajiun Tumada dan La Bakry serta ratusan kader PAN di Muna Barat dan Baubau belum bisa memberikan tanggapan. Alasanya, pihaknya belum mendapatkan informasi secara detil dari DPW PAN Sultra yang dipimpin oleh Abdurrahman Shaleh terkait kisruh ditubuh partai berlambang matahari terbit itu.

“Saya belum dengar (ada pengunduran diri tersebut, red),” kata Eddy Soeparno, Kamis (22/2) malam.

Selain itu, Eddy justru mempertanyakan apakah gelombang pengunduran diri yang dilakukan oleh pimpinan partai di kabupaten itu rill atau tidak.

“Saya kan gak tau jika gelombang pengunduran diri itu rill atau tidak. Jadi apa yang mau direspon?,” singkatnya.

Begitu juga dengan Humas DPW PAN Sultra, Mahaseng Mustafa yang dikonfirmasi lewat sambungan Whastappnya belum bisa memberikan komentar banyak mengenai mundurnya La Bakry dan sejumlah petinggi DPD PAN Kota Baubau. Mahaseng hanya meminta waktu akan memberikan jawaban hari ini (Jum’at 23/2) kepada media.

“Besok (hari ini, red) saja ditanggapi yah, baru buka WA,” singkat Mahaseng, Kamis (22/2) malam. (Fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.