Lima Tahun, Oknum Guru Bejat Cabuli 65 Murid SD

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Kasus pencabulan yang dilakukan di lingkungan sekolah kembali terulang. Mirisnya pelaku pencabulan tersebut adalah seorang guru. Dia adalah Muhammad Saebatul Hamdi,65. Pria yang tinggal di Jalan Simo Sidomulyo 5 /41 B ini ditangkap Unit Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim setelah mencabuli 65 muridnya baik laki-laki maupun perempuan. Parahnya, kasus pencabulan tersebut sudah dilakukan sejak lima tahun.

Penangkapan Hamdi dilakukan pada Rabu (21/2). Dia ditangkap setelah polisi mendapatkan laporan dari orang tua salah satu korban pencabulan. Sedangkan kelakuan Hamdi sendiri dibongkar oleh pihak sekolah. Kepala sekolah yang memergoki aksi tersangka lantas menginformasikannya kepada semua orang tua. Mereka dikumpulkan di aula sekolah.

Kemudian setelah mendapatkan penjelasan dari kepala sekolah kelas V tersebut banyak orang tua yang tak terima hingga melaporkan kasus ini ke Polda Jatim. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi melakukan penangkapan. Meski sempat mengelak namun, Hamdi mengakui perbuatannya.“Tersangka kami amankan di rumahnya,” ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, saat memimpin rilis kasus pencabulan tersebut, Kamis (22/2).

Machfud mengatakan tersangka merupakan seorang guru di salah satu SD di Jalan Benteng Surabaya. Dia juga wali kelas murid kelas IV. Setelah diperiksa secara intensif, ternyata tersangka sudah melakukan aski pencabulan tersebut terhadap 65 orang muridnya. Parahnya aksinya tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2013 lalu.

“Diduga murid dari kelas yang pernah dipegang (wali kelas, Red) dalam kurun waktu itu sudah dicabuli oleh tersangka,” terangnya.

Aksi pencabulan yang dilakukan tersangka tersebut terjadi di beberapa lokasi, mulai dari kelas, kolam di Kabangdikal milik TNI AL hingga di dalam bus saat ada acara wisata. Modusnya beragam, mulai dari meremas alat vital korban, menggesekkan alat vitalnya ke pantat para korban, dan meminta korban memegang alat vitalnya serta tersangka dengan sengaja menunjukkan alat vitalnya di depan muridnya.

“Hal itu dilakukan tersangka hampir setiap hari, hingga ia merasa puas,” terangnya.

Machfud juga mengatakan tersangka melakukan aksinya lantaran tak kuat membendung keinginannya untuk mencabuli korban. Sebab tersangka memiliki fantasi lebih ketika melihat bagian vital murid-muridnya.

“Fantasi tersebut diperoleh sebab saat kecil, tersangka sempat menjadi korban pencabulan juga,” jelasnya.

Saat diperiksa polisi, Hamdi membantah jika korban pencabulan sampai puluhan. Sebab dia melakukan aksi tersebut hanya kepada empat orang saja. Namun karena banyak laporan, sehingga jadi banyak. “Tidak sebanyak itu,” ungkap Hamdi.

Dia mengatakan,selama melakukan aksinya, dia tak pernah mengiming-imingi korban sesuatu. Sebab hal itu ia lakukan ketika moment tertentu, misal saat mengajari anak-anak berenang. Sehingga pencabulan tersebut tak dirasakan oleh korban yang masih polos. “Hanya saya pegang dan remas-remas saja, tidak sampai saya sodomi,” jelasnya. (Fajar/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...