Loper Koran Mengaku Wartawan saat Diciduk Bawa Sabu

  • Bagikan
Marjuki (kiri tengah) saat akan ditangkap karena membawa SS. (Foto: YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)
FAJAR.CO.ID -- Dari sekian banyak alasan, Marjuki,19, lebih memilih mengaku sebagai wartawan agar tak ditangkap polisi saat terciduk membawa sabu-sabu (SS). Memang pekerjaan pemuda yang tinggal di Jalan Krembangan Jaya II ini tak jauh dari bisnis media. Dia bekerja sebagai loper koran. Namun apapun alasanya, dia tetap ditangkap. Marjuki ditangkap bersama temanya yakni M Hadis,26, warga Jalan Gadukan Timur, Surabaya pada Jumat (19/2). Keduanya ditangkap di Jalan Gembong usai membeli SS dari Jalan Kunti. Karena sudah sering melakukan transaksi, mereka tak tahu jika sebelum membeli, mereka sudah dikuntit polisi. “Kami sudah membuntuti keduanya. Sebab berdasarkan informasi jika mereka sudah sering membeli SS di Jalan Kunti,” ungkap Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih, Kamis (22/1/2018). Masdawati menjelaskan, kedua tersangka dihentikan di Jalan Gembong. Saat itu, keduanya berboncegan mengendarai sepeda motor. Namun proses penangkapan keduanya tak berjalan mulus. Sebab mereka mencoba kabur saat ditangkap. Sehingga aksi kejar-kejaran tak terhindarkan. “Kami memotong jalan untuk menghadang keduanya. Meski berbahaya, hal itu harus tetap kami lakukan untuk menghentikan tersangka,” lanjut Masdawati. Kemudian setelah dihentikan, salah satu tersangka yakni Marjuki sempat protes dan menolak ditangkap. Dia pun akhirnya mengatakan jika dirinya adalah seorang wartawan yang sedang melakukan investigasi peredaran narkoba di Jalan Kunti. Meski demikian, polisi tak percaya begitu saja. “Kami tetap melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa satu poket SS seberat 0,8 gram,” jelasnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan