Penyebar Berita Penyerangan Ulama yang Dianggap Hoax, Polisi Mulai Main Tangkap

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Penyelidikan jajaran Badan Reserse Kriminal Mabes Polri (Bareskrim Polri) sudah berhasil mengelompokkan para “penggoreng” isu teror terhadap tokoh agama.

“Pengelompokkannya menjadi dua gugus. Pertama, ada yang mencuatkan hoax penculikan ulama, guru ngaji dan muadzin. Kedua, melakukan penghinaan terhadap tokoh agama,” ungkap Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).

Rentetan penyebaran hoax terlihat dari penangkapan yang telah dilakukan belakangan ini. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bareskrim, sejak Januari hingga Februari ini ada 26 terduga penyebar hoax yang tertangkap.

Tujuh orang pelaku yang menyebarluaskan atau “menggoreng” kabar penyerangan tokoh agama melalui sosial media berhasil diamankan di daerah berbeda.

Mereka adalah, GK yang ditangkap di Garut pada 10 Februari, WS ditangkap di Bandung 21 Februari, YH ditangkap di Banten 19 Februari, TY ditangkap di Bandung 21 Februari, YH ditangkap di Garut 10 Februari, WK ditangkap di Bandung 21 Februari dan AA yang ditangkap di Pondok Gede, Jakarta pada 12 Februari.

Tujuh orang itu telah berstatus tersangka dan telah mendekam di rumah tahanan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

“Tujuan mereka tentu saja memprovokasi masyarakat. Untuk itu ditegaskan lagi agar masyarakat jangan mau diprovokasi lalu memprovokasi ulang dengan menyebarkan kabar hoax. Agenda setting dari sutradara isu ini agar seolah-olah Indonesia sedang dalam kondisi berbahaya,” jelas Ari. [ald]

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...