Uang Suap dan Fee Proyek untuk Bupati Cantik Sebesar Rp31,4 Miliar

Jumat, 23 Februari 2018 - 03:24 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- KPK mengungkap adanya tim khusus di lingkaran Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari, yang berperan mengatur sekaligus mengutip komisi dari berbagai proyek yang dikerjakan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa KPK Ahmad Burhanudin, Rabu (21/2) disebutkan, tim berjumlah 11 orang itu (tim 11) awalnya adalah orang-orang yang membantu kemenangan Rita dalam Pilkada Kukar tahun 2010 lalu. Mereka berasal dari berbagai latar belakang mulai dari anggota DPRD dan swasta.

Mereka direkrut setelah Rita terpilih sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015. Menurut jaksa, beberapa hari selepas dilantik sebagai bupati, Rita kemudian menugaskan Khairudin sebagai staf khususnya. Salah satu tugas Komisaris PT Media Bangun Bersama itu adalah mengondisikan penerimaan uang terkait perizinan dan proyek-proyek yang ada di Kukar.

Karena mendapat tugas dari Rita, Khairudin kemudian mundur sebagai anggota DPRD. Dia lantas mendatangi para kepala dinas di Kukar agar mengutip sejumlah uang kepada para pemohon izin serta rekanan proyek. Menurut jaksa, selama rentang waktu 2010 sampai Agustus 2017, Rita-Khairudin dibantu anggota tim 11 lain berhasil mengumpulkan uang korupsi senilai Rp 469.465.440.000.

Gratifikasi terbesar yang diterima salah satunya dari Ichsan Suaidi, Dirut PT Citra Gading Asritama, selaku pemenang proyek RSUD Parikesit, proyek pembangunan jalan Tabang, pembangunan SMU Ungulan 3 Tenggarong, proyek Kembang Janggut Kelekat, dan proyek pembangunan Royal World Plaza Tenggarong.

Jaksa juga menyebut Rita mendapat Rp 286 miliar dari Andi Sabrin yang didapat dari fee 867 proyek yang dikerjakan di Dinas Pekerjaan Umum mulai tahun 2011. Dari tahun 2012 sampai 2016, Andi juga menyetor Rp 25, 4 miliar hasil fee proyek di lingkungan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kukar.

Selain gratifikasi senilai Rp 469 miliar, jaksa juga mendakwa Rita telah menerima suap senilai Rp 6 miliar setelah meloloskan izin lokasi perkebunan sawit di Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman yang diajukan Dirut PT Sawit Golden Prima, Herry Susanto Gun alias Abun. “Atas perbuatannya, terdakwa satu Rita Widyasari dan terdakwa Khairudin dijerat dengan dakwaan Pasal 12 huruf B UU Tipikor,” ucap jaksa. Ancaman hukuman Pasal 12 huruf B adalah hukuman penjara minimal 4 tahun hingga 20 tahun serta denda Rp 200 juta sampai Rp 1 miliar.

Sementara Rita menyerahkan sepenuhnya pada tim pengacara untuk membantah seluruh dakwaan yang disusun jaksa. “Saya bisa menjawabnya, nanti saya buktikan,” ucap Rita. (pra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *