Serangan Pria Bersenjata di Gereja Tewaskan Lima Wanita Rusia

Sabtu, 24 Februari 2018 - 00:19 WIB
Pastor Ortodoks Rusia saat pemakaman korban pada hari Selasa waktu setempat. (Foto: TASS / PA)

FAJAR.CO.ID — Seorang pria bersenjata diduga telah menewaskan lima wanita pada hari Minggu waktu setempat dalam sebuah serangan ke gereja Orthodox di Republik Dagestan, di Kaukasus Utara, Rusia. Negara Islam (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun tidak memberikan bukti.

Pihak berwenang Rusia mengatakan bahwa selain yang tewas, ada lima lainnya korban luka-luka. Termasuk dua orang yang dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Serangan tersebut terjadi setelah sebuah layanan untuk menandai dimulainya Prasejarah Orthodox Rusia, di kota kecil Kizlyar di wilayah mayoritas muslim.

Kantor berita TASS melaporkan, pria bersenjata tersebut membunuh empat wanita di gereja tersebut dengan menggunakan senapan berburu. Wanita kelima kemudian meninggal akibat luka-luka di rumah sakit.

Seorang pastor Ortodoks, Fr Pavel Kalikin, mengatakan kepada harian RBK Rusia bahwa mereka baru melakukan misa saat insiden terjadi. “Kami telah menyelesaikan misa dan mulai meninggalkan gereja. Seorang pria berjenggot berlari ke arah gereja yang meneriakkan ‘Allahu Akbar’, dan membunuh empat orang,” katanya.

BBC News melaporkan bahwa Patriarch Kirill of Moscow dan All Russia menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan mengerikan yang berusaha untuk menghasut masyarakat di Dagestan.

Wilayah yang berbatasan dengan Chechnya, adalah salah satu daerah Rusia yang termiskin. IS secara teratur mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan keamanan sejak mereka mendirikan sel “Provinsi Kaukasus” pada tahun 2015. Namun, serangan terhadap komunitas Kristen Orthodok minoritas jarang terjadi. (Church Times/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.