DPW PAN Sultra Sudah Deteksi Pengunduran Diri Arhawi

0 Komentar

FAJAR CO.ID, KENDARI – Beredarnya surat pengunduran diri Ketua DPD PAN Wakatobi, Arhawi ternyata sudah terdeteksi oleh DPW PAN Sultra, meskipun surat tersebut secara fisik belum diterima langsung oleh DPW PAN Sultra. Namun, jika surat pengunduran diri tersebut benar adanya, DPW PAN Sultra menganggap peristiwa tersebut merupakan hal yang biasa dalam dunia politik.

Itu diungkapkan Humas DPW PAN Sultra, Mahaseng Mustafa yang dikonfirmasi fajar.co.id, Minggu (25/2). Menurutnya, gelombang Pengunduran diri oleh beberapa Ketua DPD dan ratusan kader dibeberapa daerah bukanlah masalah besar, karena PAN adalah partai besar.

“Secara formal surat pengunduran diri Arhawi sebagai ketua DPD PAN Wakatobi belum kami terima, tapi kalau pun ini benar DPW PAN Sultra menganggap biasa saja, bukan masalah yang besar. PAN adalah partai besar,” kata Mahaseng.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua DPW PAN Sultra ini menegaskan, mundurnya Arhawi sebagai ketua DPD PAN Wakatobi sudah terdeteksi oleh DPW PAN Sultra. Dimana anak dari Arhawi ditunjuk menjadi salah satu ketua tim untuk kampanye pasangan calon Ali Mazi-Lukman Abunawas. Padahal, PAN sendiri mengusung calon Asrun-Hugua di Pilgub Sultra.

“Kemunduran ini sebenarnya kita sdh deteksi, dimana anaknya menjadi salah satu ketua tim untuk kampanye paslon lain di Wakatobi,” ujarnya.

Olehnya itu, seperti halnya La Ode Rajiun Tumada di Muna Barat dan La Bakry di Buton yang masing-masing juga telah menanggalkan jabatan ketua sekaligus sebagai anggota PAN, DPW akan menunjuk kader PAN lainnya untuk menggantikan Arhawi dalam menjalankan tugas-tugas ketua di Wakatobi.

“Kita akan siapkan penggantinya. Kita sekarang fokus untuk memaksimalkan pemenangan calon gubernur dari PAN,” tegasnya.

Meski ditinggalkan Arhawi di Wakatobi, Mahaseng tetap optimis tidak akan memberikan dampak yang luar biasa. Pasalnya, iya meyakini masih banyak kader-kader PAN yang potensial untuk bisa bekerja. “Dikaitkan dengan Wakatobi, kita disana masih punya kader-kader potensial lain untuk bekerja, dan masih mengandalkan Pak Hugua sebagai mantan bupati 2 periode yang berhasil,” ujarnya.

Pengunduran diri Arhawi juga kembali ditegaskan Mahaseng bahwa tidak akan merugikan atau memberikan dampak yang negatif terhadap calon gubernur dan wakil gubernur dari yang diusug PAN, Asrun-Hugua. Selain PAN masih banyak memiliki kader-kader yang militansi yang tinggi, PAN juga ditopang oleh partai-partai pengusung lainnya seperti, PDIP, PKS, Gerindra dan Hanura.

“Tidak masalah dengan mundurnya Arhawi karena partai-partai pengusung Asrun-Hugua masing-masing juga punya kader militansi yang tinggi,” tukasnya.

Sebelumnya, beredar surat pernyataan pengunduran diri Arhawi sebagai Ketua DPD, anggota serta kader PAN Wakatobi periode 2016-2021. Surat yang ditandatangani diatas materi 6000 itu tertanggal 21 Februari 2018. Atau beberapa hari setelah pengunduran diri La Ode Rajiun Tumada dan La Bakry sebagai Ketua DPD Muna Barat dan Buton. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...