Fahri Hamzah Buat Poling Calon Presiden, Hasilnya Mengejutkan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tahun 2018 dijadikan sebagai tahun politik. Indonesia akan melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah, yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018 mendatang.

Pilkada serentak 2018 ini bakal dimanfaatkan oleh Partai Politik (Parpol) untuk mengusung kader terbaik mereka, dengan harapan bisa menjadi pemanang. Salah satu tujuan dari hasil Pilkada serentak nanti akan dimanfaatkan oleh Parpol untuk mengamankan posisi mereka di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Seperti diketahui, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan saat ini menjadi partai penguasa. Mereka memiliki kepentingan besar di Pemilu 2019 mendatang. Hal itu terlihat dengan keputusan partai mengusung kembali Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon Presiden di 2019.

Namun, langkah Jokowi menjadi Presiden untuk kedua kalinya tak semudah yang dibayangkan. Pasalnya, kehadiran figur-figur baru dan posisi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi ancaman besar buat peluang Jokowi meraih kemenangan untuk kedua kalinya.

Lembaga survei pun sudah merilis hasil survei mereka. Ada yang mengatakan Jokowi masih kuat di Pemilu 2019, dan juga ada yang mengatakan peluang Jokowi makin kecil jika dirinya salah mengambil pasangan.

Tak ketinggalan, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga ikut melakukan hal yang sama seperti dilakukan oleh lembaga-lembaga survei. Namun, Fahri Hamzah lebih pada poling secara terbuka di akun twitternya pada, Sabtu (24/2).

Poling yang dilakukan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berbeda jauh dengan yang dirilis oleh lembaga survei. Dalam poling itu, khalayak atau warga twitter lebih memilih Presiden baru ketimbang memilih Jokowi di Pemilu 2019.

Fahri Hamzah membagikan poling menjadi tiga opsi, yakni Presiden baru, Presiden lama dan ragu-ragu. Dari hasil poling itu, sebanyak 74 persen khalayak memilih Presiden baru, dan 23 persen ingin Indonesia dipimpin oleh Presiden lama atau Jokowi. Sementara 3 persen masih ragu-ragu dalam memilih.

Artinya, sebagian besar khalayak lebih menghendaki Indonesia dipimpin oleh Presiden baru. Poling itu di posting sekitar pukul 16.00 WIB. Postingan poling Calon Presiden 2019-2014 mendapat ratusan tanggapan. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...