Media Suara Muhammadiyah harus Mendapat Kepercayaan Rakyat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan media seperti Suara Muhammadiyah yang terus berkomitmen menyampaikan kebenaran.

Rudiantara meminta agar Suara Muhammadiyah dapat menjadi media yang selalu memperoleh kepercayaan dari masyarakat.

Hal tersebut dikemukakan Rudiantara saat menghadiri peresmian Grha Suara Muhammadiyah, di Yogyakarta, Minggu (25/2). Turut hadir dalam acara yakni Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta cendekiawan Islam sekaligus Pemimpin Umum Suara Muhamammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif.

“Suara Muhammadiyah adalah elemen sejarah bangsa. Jika digali terus riwayatnya, pasti akan ditemukan lebih banyak jasanya untuk kemerdekaan dan tetap tegaknya Republik ini,” ujar Rudiantara.

Oleh sebab itu, melihat dari pergulatan sejarah Muhammadiyah yang luar biasa maupun dedikasinya untuk menginformasikan kebenaran, Rudiantara mengungkapkan, Suara Muhammadiyah merupakan salah media yang memperoleh penghargaan dari Dewan Pers dan diberikan pada peringatan Hari Pers Nasional 2018.

Menurut Rudiantara, berdasarkan survei Edelman, walaupun saat ini kepercayaan terhadap media menurun, namun di Indonesia justru meningkat.

“Jadi nomor dua di dunia setelah Tiongkok, Cina. Sedangkan kepercayaan terhadap media sosial menurun,” kata Rudiantara.

Hal lainnya yang disebutkan Rudiantara adalah, kepedulian Pemerintah Indonesia terhadap dukungan perkembangan media massa dan solusi tantangannya dengan telah membangun backbone IT seperti satelit Palapa Ring.

Sedangkan Buya Syafii dalam sambutannya, menitipkan pelestarian dokumen penting bangsa kepada Rudiantara agar terus dijaga. Kendati bukan jadi tugas Kementerian Kominfo, namun Buya Syafii berharap agar Rudiantara bersama jajaran kementeriannya dapat ikut melakukan.

Dilansir dari laman resmi Suara Muhammadiyah, media ini terbit pertama kalinya tahun 1915 (bulan Dzulhijjah 1333 Hijriah). Majalah Suara Muhammadiyah awalnya dirintis oleh KH Ahmad Dahlan dan Haji Fachrodin.

Majalah Suara Muhammadiyah awalnya terbit edisi bulanan dengan menggunakan bahasa Jawa di bawah manajemen Taman Pustaka Hoofdbestuur (HB) Muhammadiyah Yogyakarta. Kini, majalah Suara Muhammadiyah konsisten terbit dengan edisi dua mingguan sehingga pernah diganjar rekor MURI tahun 2016.[dem]

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...