Pura-pura jadi Polisi, Ternyata yang Ditipu malah Polisi

Minggu, 25 Februari 2018 - 18:13 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN   –  Siapa saja bisa menjadi sasaran penipuan melalui sambungan telpon, mereka pun tidak sembarangan dalam melakukan akaisnya. Para pelaku penipuan ini biasanya melakukan aksinya di jam-jam ketika calon korbannya sedang istirahat, seperti tengah malam atau siang hari.

Sasarannya pun diacak sesuai nomor telepon genggam yang mereka pegang. Modus mereka beragam, ada yang berpura-pura menjadi sebagai polisi, dokter rumah sakit, bahkan ada yang mengaku sebagai guru sekolah.

Kali ini seorang anggota polisi yang berdinas di Staf Siwas Polres Balikpapan mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal. Saat itu dirinya sedang bertugas jaga di kawasan Jalan Minyak. Mendapat telepon kemudian Brigpol Jumain pun mengangkat.

Saat itu si penelpon yang belakangan diketahui penipu ini mengaku sebagai anggota polisi dibagian Satlantas, telah menilang saudaranya bernama Riyan. Jumain pun seketika tau ketika mendengarkan suara si penelpon. Karena tau si penelpon ini merupakan penipu, Jumain pun mencoba mendengarkan perintah yang disampaikan.

“Sebenarnya ini handpone punya teman saya sekuriti ini, dia suruh saya yang bicara karena nomor yang nelepon tidak dikenal, dan mengatakan ada saudaranya ditilang polisi, jadi saya coba dengarkan arahannya,” papar Jumain, kemarin.

Di tengah hujan yang deras, Jumain pun mencoba ikut mengelabui pelaku penipuan tersebut. Awalnya pelaku meminta sejumlah uang untuk ditrasfer ke rekening pelaku supaya saudaranya tidak dikenakan tilang.

Tidak sampai di sana, percakapan keduanya pun terus berlanjut sekitar 30 menit. Berbagai alasan diucapkan Jumain agar mengulur-ulur waktu, hingga pelaku meminta untuk membelikan pulsa sebesar Rp 300 ribu. Penipu yang merasa curiga di permainan oleh calon korbannya, akhirnya menutup telepon tersebut.

Jumain mengatakan, kasus penipuan seperti ini paling sering terjadi. Oleh karena masyarakat diminta agar lebih waspada lagi ketika menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. “Jangan langsung percaya saat menerima telepon yang tidak diketahui ujung pangkalnya. Biasanya pelaku ini melakukan aksinya pada siang hari dan malam, disaat korbannya sedang istirahat,” pungkasnya.

Sementara itu pemilik handphone bernama Helmi yang bekerja sebagai sekuriti Pertamina ini mengatakan, bahwa percobaan penipuan melalui telepon ini bukan kali pertama lagi masuk ke hp. Sebelumnya juga pernah coba ditipu akan tetapi dirinya tidak pernah terpancing oleh kata-kata pelaku.

“Saya tidak tahu ada telepon masuk, terus dia bilang saudara saya atas nama Ryan ditilang polisi, lah saya gak punya saudara namanya Ryan. Jadi sekarang lebih waspada saja, ini sudah beberapa kali dapat telepon begitu, tapi tidak sa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.