Rasain! Coba-coba Main Sogok di Seleksi SatpolPP, Oknum PNS Kena Ciduk

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KUALA KURUN- Ada-ada saja ulah oknum pegawai negeri yang satu ini. Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Gumas terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Gunung Mas. Diduga berkaitan dengan rekrutmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau honorer Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadaman Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Gumas.

Oknum berinisial SN menawarkan pekerjaan di Satpol PP dan Damkar dengan jalur instan atau tidak melalui tes. Diduga motif SN melakukannya, karena sempat bertugas di instansi tersebut. Meski kini tidak lagi dinas di Satpol PP dan Damkar, SN melancarkan aksinya dengan mencatut nama instansi tempat dirinya mengabdi sebelumnya. Kapolres Gunung Mas AKBP Yudi Yuliadin membenarkan, telah dilakukan tangkap tangan terhadap seorang oknum ASN di sebuah warung di Kota Kuala Kurun. Tepatnya di Warung Noval, Jalan Letjend Suprapto, Kuala Kurun.

”Tersangka ini pernah bertugas di Dinas Satpol PP dan Damkar Gumas. Jadi, dia memanfaatkan hal tersebut dengan menjadi calo perantara, untuk memuluskan siapa pun yang ingin menjadi tenaga honorer di dinas tersebut,” tuturnya.

Kapolres menyebut, SN memanfaatkan pengalamannya di instansi tersebut, dengan menjadi calo atau perantara siapa pun yang ingin menjadi tenaga honorer, dengan imbalan Rp5.000.000 dari korban. Setelah uang diterima, tersangka SN (57) tidak langsung pergi, tetapi tetap berada di warung tersebut, sebelum akhirnya dilakukan penangkapan oleh Satreskrim Polres Gunung Mas.

Saat ini, kata Yudi, SN masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Gumas. ”Saya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh, karena sampai sekarang tersangka masih diperiksa intensif,” tandasnya.

Merasa instansinya dicatut, Kepala Satpol PP Gunung Mas Edwin Yustian membantah adanya penerimaan honorer di instansi yang dipimpinnya. “Tidak benar, saya tegaskan tidak ada penerimaan. Oknum tersebut melakukan penipuan mengatasnamakan instansi Satpol PP, jadi intinya itu murni suatu penipuan,” ucapnya kepada Kalteng Pos melalui telepon seluler, Jumat (23/2). (okt/ce/abe)

 

DUGAAN SUAP PENERIMAAN PTT

 

Pemerintah membuka rekrutmen PTT atau honorer Satpol PP Gumas.

Tersangka pernah bertugas di Satpol PP dan kini bertugas di Kesbangpol.

Tersangka diduga menjadi perantara pelamar honorer.

Pelamar honorer memberi Rp5 juta saat tersangka menunggu di sebuah warung.

Tersangka ditangkap Satreskrim Polres Gumas dan diperiksa intensif oleh penyidik.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar