Setelah Vonis, Bang Toyib Bakalan tak Pulang-pulang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Upaya Arman Suyuti, atau biasa dipanggil Bang Toyib untuk lepas dari vonis mati atau pengurangan hukuman dari Mahkamah Agung (MA), tak membuahkan hasil. Kasasi yang disampaikan Bang Toyib ke MA ditolak. MA justru menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) dalam banding yang diajukan Bang Toyib sebelumnya.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, Denny Iswanto kepada Kaltara Pos, Jumat (23/2). “Kenapa lambat kita ketahui penolakan itu, karena baru sampai di tangan kami putusannya. Karena ada ribuan putusan yang dikirimkan ke seluruh Indonesia dan baru masuk ke sini. Putusan MA tetap mengikuti putusan pengadilan tinggi (PT),” ungkapnya.

Dalam putusan kasasi MA itu yang diketuai Dr. Artidjo Alkostar itu menyatakan, menolak permohonan kasasi dari pemohon atas nama Arman Suyuti alias Saddang alias Bang Toyib alias Mang. Dan membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp 2.500.

Untuk diketahui, sebelumnya PT memutuskan banding terdakwa juga ditolak dan menguatkan vonis mati atas terpidana  Arman Suyuti alias Saddang alias Bang Toyib alias Mang. “Putusan PT Samarinda Nomor 94/PID/2016/PT SMR, tanggal 11 Oktober 2016 terdakwa ini divonis hukuman mati,” sebutnya.

Bang Toyib dijerat atas kepemilikan sabu-sabu seberat 2 kilogram dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, hingga saat ini Kejari Bulungan belum mendapat kabar apakah bang Toyib menerima atau akan menempuh upaya hukum lebih tinggi atas hasil kakasi itu.

“Kami belum terima (upaya hukum luar biasa) itu, biasanya itu lama baru diajukan. Ketika mau dieksekusi baru buru-buru pengajuan lagi,” jelasnya.

Denny mengatakan, jika sudah mendekati eksekusi, maka terpidana akan diisolasi ke Nusa Kambangan agar terdakwa mati ini terbiasa. Sementara saat ini Bang Toyib masih berada di Lapas Balikpapan. “Biasanya 3 bulan menjelang eksekusi semua terdakwa mati ini dikumpulkan,” ucapnya.

Denny mengatakan, terkait keberangkatan untuk dieksekusi ini menjadi kewenangan Kejaksaan Agung. Di mana terlebih dahulu dilakukan pendataan terhadap orang yang dihukum mati.

“Jadi eksekusinya juga tergantung dari anggaran, yang mana skala prioritas yang akan dieksekusi dari seluruh Indonesia. Itu akan mengambil dari pentolannya,” sebutnya.

“Jadi jaksa yang mendampinginya itu bisa siapa saja jaksanya, bisa dari saya juga. Karena waktu eksekusi Bali Nine yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran asal Australia saya itu yang dampingi. Saya yang ikatkan borgol kematiannya,” pungkasnya. (mul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...