Pedagang Berkursi Roda Panen Pujian dan Bantuan Setelah Viral

0 Komentar

Saat malam tiba, Syahrani hanya bisa merintih kesakitan. Terkadang sepanjang malam ia tak tertidur lantaran menahan sakit pada kedua kakinya. Sejatinya dia ingin berobat, tetapi selain faktor biaya, dia juga tak mau diribetkan dengan urusan administrasi.

========================
KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun
========================

KESEHARIAN Syahrani yang menjalani aktivitas berdagang mainan di atas kursi roda, banyak mendapat simpati dan pujian dari berbagai kalangan masyarakat. Berkat posting-an salah seorang warga di media sosial, ia mendapatkan bantuan baik sembako maupun kursi roda.

Syahrani tak menyangka ia mendadak menjadi perhatian warga Pangkalan Bun. Padahal aktivitas yang ia lakukan di atas kursi roda adalah merupakan wujud dari tanggung jawabnya kepada keluarga. Tanggung jawab itulah yang memaksa Syahrani untuk terus berjuang di tengah keterbatasan yang dialaminya.

“Kada (tidak) menyangka aku banyak masyarakat yang memperhatikan, padahal aku bujur – bujur (benar-benar) berusaha untuk menafkahi keluarga,” ujar Syahrani.

Selain untuk mencukupi kebutuhan setiap harinya, Syahrani yang hanya tinggal berdua bersama istrinya yang sudah 25 tahun dinikahinya itu setiap bulannya harus membayar uang sewa barakan (kost), sehingga ia harus mengumpulkan sedikit – demi sedikit keuntungan dari berjualan mainan.

Ia mengaku selama 25 tahun pernikahannya ia belum dikarunia anak, namun ia begitu menyayangi istrinya karena selama 25 tahun suka dan duka mereka lalui berdua tanpa pernah mengeluh kepada siapapun.”Istri saya ini orang Jawa, pengorbanannya luar biasa kepada saya, ia selama ini tak pernah mengeluh walaupun hidup dalam kondisi sulit, apalagi istri saya ini mualaf yang masuk Islam saat menikah dengan saya,” kenang Syahrani.

Syahrani hanya bisa berdoa, semoga penyakitnya cepat sembuh agar ia dapat beraktivitas dengan normal, paska ia lumpuh walaupun masih bisa bekerja menjajakan mainan tetapi intensitasnya berkurang, karena saat sakit sudah tak bisa ditahan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tak mendapatkan penghasilan.

Dia mengaku enggan untuk berobat. Selain keterbatasan biaya, ia juga malas mengurus administrasi yang dianggapnya berbelit – belit. Sehingga sejauh ini dia hanya mengonsumsi obat kampung untuk meredakan rasa sakit pada kakinya.

Sementara itu, pemilik akun Cipta Hendra yang memposting aktivitas Syahrani di jalan saat menjajakan mainan menceritakan setiap pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Syahrani sudah ada di depan Puskesmas Arsel menjajakan mainannya, ia terenyuh saat melihat kursi roda yang dipakainya hanya terbuat dari papan bekas dan dengan roda sepeda.

Ia mengenal Syahrani sebagai penjual mainan keliling dari satu kampung ke kampung yang lain dengan menggunakan sepeda, saat ini karena lumpuh ia menggunakan kursi roda. “Sementara banyak orang yang masih kuat meminta-minta, tetapi Syahrani yang lumpuh masih mau bekerja. Ini luar biasa, apalagi usianya sudah tua. Makanya saya posting agar mendapat perhatian,” ujar Hendra. (*/nto/dar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...