Sebelum ke Kendari, Sekjen PAN Sambangi Baubau

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN), Eddy Soeparno dalam waktu dekat ini akan turun langsung ke Sulawesi Tenggara (Sultra). Kedatangannya tak lain untuk mengatasi kisruh yang terjadi ditubuh PAN Sultra.

Namun, sebelum menuju ke Kendari, terlebih dahulu Eddy Soeparno akan mengunjungi Kota Baubau. Akan tetapi, tidak dijelaskan secara rinci agenda apa yang akan dilakukan oleh Eddy Soeparno di Kota yang berjuluk Kota Seribu Benteng itu.

“Minggu ini saya ke Baubau. Belum bisa saya pastikan dulu (tanggap pasti ke Baubau, red),” kata Eddy Soeparno melalui pesan Whatsapp nya, Senin (26/2).

Mengenai kisruh yang tengah bergejolak di tubuh PAN Sultra, Eddy Soeparno meminta kepada seluruh kader PAN untuk mengedepankan kesantunan, etika dan saling menghormati sesame kader. Ia menyatakan, PAN selama ini merupakan partai yang menjunjung tinggi politik tanpa gaduh dan seluruh kader PAN wajib untuk menaati prinsip tersebut.

“Saya sendiri akan ke Sultra dalam minggu depan ini dengan tujuan untuk merajut kembali kekompakan dan soliditas diantara seluruh kader PAN di Sultra,” katanya beberapa waktu lalu.

Sekedar diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini gelombang pengunduran diri dari sejumlah DPD PAN terus berlangsung. Kisruh terjadi bermula ketika Ketua DPD PAN Muna Barat yang juga Bupati Muna Barat, La Ode Rajiun Tumada dinonaktifkan sebagai Ketua DPD. Namun, kemudian berujung pada pengunduran diri Rajiun Tumada sebagai kader dan anggota PAN yang diikuti ratusan kader di Muna Barat dengan ditandai pelepasan baju kebesaran serta pembakaran kartu tanda anggota PAN secara massal.

Hanya terpaut sehari dari penonaktifan Rajiun Tumada, Ketua DPD PAN Buton, La Bakry juga menyatakan mundur dari ketua, anggota dan kader PAN. La Bakry yang saat ini menjabat sebagai Plt Bupati Buton beralasan, pengunduran dirinya itu semata-mata hanya ingin fokus pada pemerintahan dan tidak terikat pada partai politik. Aksi serupa juga diikuti belasan kader PAN di Baubau, termasuk didalamnya salah satu deklarator PAN di Kota Baubau dan Buton, Aslan Asiz.

Teranyar, Ketua DPD PAN Wakatobi yang juga Bupati Wakatobi, Arhawi. Sebelum menyatakan diri mundur dari PAN, sempat beredar surat pernyataan pengunduran diri Arhawi yang ditandatangani diatas materai 6000. Arhawi beralasan mundurnya dari PAN karena ia menganggap PAN saat ini sudah tidak lagi mengedepankan kekeluargaan, koordinasi dan komunikasi antara seluruh kader.

“Ketua DPW PAN saat ini tak mampu mengayomi seluruh kader pengurus di tingkat kabupaten atau kota,” kata Arhawi.

Ia mengatakan alasan mundurnya bukan semata-mata karena tidak sepakat dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Asrun-Hugua. Namun, alasannya adalah lebih pada rasa kenyamanan didalam tubuh partai berlambang matahari terbit itu.

“Ini bukan soal dukungan terhadap Pilgub. Ini semata-mata hanya kenyamanan di partai saja,” ujarnya. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...