Ayah Mabuk Cium Bibir Menantu di Pelaminan, Pernikahan Langsung Ricuh

Selasa, 27 Februari 2018 - 00:02 WIB
Pria yang diklaim sebagai mertua menarik menantunya dari belakang lalu menciumnya di depan tamu. (Foto: YouTube)

FAJAR.CO.ID — Seorang ayah di Jiangsu, Cina, menjadi topik di media sosial setelah terekam kamera menciumbibir menantunya di atas pelaminan, baru-baru ini.

Dalam rekaman video berdurasi 8 detik yang diunggah ke media sosial menunjukkan pria tersebut berjalan ke depan panggung lalu menarik menantunya yang mengenakan gaun pengantin tradisional Tionghoa dari belakang dan mencium bibirnya.

Keluarga tersebut memposting sebuah catatan secara online tiga hari setelah kejadian tersebut, menjelaskan
bahwa sang ayah menyatakan penyesalannya atas perilaku tidak pantasnya, menurut media China. Sang ayah
sendiri dilaporkan tengah mabuk saat mencium menantunya di hadapan puluhan tamu.

Seorang host pernikahan, yang menolak disebutkan namanya, telah mengkonfirmasi ke FaZhi Evening Post bahwa insiden tersebut terjadi di Wuzhou International Plaza di Yancheng, Provinsi Jiangsu, pada 22 Februari 2018.

“Saya memperkenalkan pengantin wanita saat mereka berjalan di atas panggung dan sang ayah tiba-tiba mencium menantu barunya,” kata host.

Ada desas-desus yang beredar di WeChat, sebuah aplikasi instant messaging dari Cina, mengklaim bahwa sang pengantin pria telah memukul ayahnya setelah kejadian itu. Video pernikahan serupa yang diupload ke media sosial Cina juga menunjukkan bahwa kedua keluarga berkelahi setelah insiden ciuman mengejutkan ini.

Seorang kerabat mempelai pria mengatakan kepada wartawan bahwa video perkelahian itu tidak terkait dengan insiden tersebut.

Polisi Jiangsu telah menyelidiki masalah ini dan mengkonfirmasi bahwa video pernikahan tersebut terjadi di Huai’an, kota lain di Provinsi Jiangsu, pada 15 Februari. Keluarga pasangan tersebut memposting untuk meminta pengguna web menghentikan penyebaran rumor. (Daily Mail/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.