PDIP-Demokrat Makin Akrab, Rumor AHY Dampingi Jokowi Hampir Jadi

Selasa, 27 Februari 2018 - 22:17 WIB
Presiden Joko Widodo bersama AHY. (Foto: instagram AHY)

FAJAR.CO.ID — Koalisi PDIP dengan Partai Demokrat pada Pemilu dan Pilpres 2019 memang masih wacana. Namun, arah ke sana makin tampak, karena kedua kubu dari hari ke hari makin akrab.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mengatakan, yang ditunggu saat ini adalah pertemuan antara Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai wakil Partai Demokrat. Pertemuan keduanya penting, karena akan membahas kelanjutan rumor koalisi.

“Setahu saya sampai kemarin belum (bertemu),” terang Andreas di gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Diketahui, sebelumnya, Hasto mengaku ditugasi oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar berkomunikasi dengan AHY. Bahkan, Megawati juga menugaskan putranya, M Prananda Prabowo untuk terlibat dalam komunikasi dengan putra sulung Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Andreas mengatakan, langkah Megawati mengutus Hasto dan Prananda membuktikan PDIP terbuka dalam membangun kerja sama dengan partai politik lain. Karena selama ini, menurutnya, partainya tidak pernah menutup diri apalagi dalam situasi nasional seperti sekarang ini.

“Komunikasi antarpartai itu penting termasuk agenda mencari pemimpin 2019 dalam hal ini capres atau cawapres di pilpres 2019,” ujarnya.

Lebih lanjut Andreas juga menegaskan, PDIP sudah memiliki capres untuk 2019, yakni Joko Widodo alias Jokowi. Selanjutnya, partai berlambang kepala banteng itu akan berkomunikasi dengan partai lain itu untuk mencari pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

“Tentu kami bicara soal figur cawapres,” jelasnya.

Menurut Andreas, cawapres pendamping Jokowi harus bisa mendongkrak dukungan elektoral bagi calon presiden petahana itu. Jika elektabilitas Jokowi di atas 60 persen, sambung Andreas, maka figur yang dicari untuk cawapres adalah yang memiliki kompetensi.

Selain itu, lanjutnya, cawapres pendamping Jokowi harus bisa bekerja sama secara profesional dengan capres yang juga kader PDIP itu. Namun yang juga perlu dipertimbangkan adalah proyeksi tentang cawapres bagi Jokowi merupakan tokoh masa depan, seiring munculnya generasi baru dalam politik nasional.

“Sehingga cawapres itu juga menjadi faktor yang menentukan di dalam pencapresan,” pungkasnya. (aim/gwn/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.