Istrinya Sering Teleponan, Suami Pilih Gantung Diri

Rabu, 28 Februari 2018 - 07:21 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMPIT- Diduga hal sepele, akibat cemburu karena istri sering telepon, RI (20) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat (23/2) sore pukul 15.00 WIB.

Warga Desa Sumber Makmur, Kecamatan Parenggean, Kotawaringin Timur ini ditemukan tidak bernyawa dengan leher terikat tali, tergantung di sebuah rumah kosong.

Sontak saja, mengetahui kematian yang tidak wajar RI, warga SP3 H Desa Sumber Makmur, RT 13 RW 04, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Parenggean, pun gempar.

Kapolsek Parenggean AKP Donny Bayu Anggoro dikonfirmasi Radar Sampit membenarkan kejadian ini, menurutnya sebelum ditemukan tewas gantung diri, pelaku sempat mondar mandir di belakang rumahnya.

Kemudian pelaku kembali ke rumahnya untuk menggoreng telur. Setelah selesai, pelaku menuju rumah kosong persis di belakang rumah utama.

Tidak berapa lama, NF, istri pelaku terkejut setelah menemukan RI sudah tidak bernyawa dalam posisi gantung diri.

”Awalnya saksi Suroso (53) dan saksi Imam (56) sekaligus tetangga korban, berada di sekitar rumah RI berjarak 15 meter sedang membersihkan kayu. Kemudian, kedua saksi tersebut melihat RI mondar-mandir di belakang rumahnya. Namun, kedua saksi, melihat korban kembali lagi ke dalam rumahnya untuk menggoreng telur,” terang Donny dihubungi Radar Sampit.

Donny menambahkan saksi Suroso melihat pelaku tiba-tiba masuk ke dalam rumah kosong di belakang rumahnya. Kemudian, sekitar 10 menit berlangsung, istri pelaku, NF (20) menyusul ke belakang rumah.

“Kedua saksi mendengar teriakan minta tolong dari istri RI, suara tersebut berasal dari bangunan belakang rumah RI,” jelasnya.

Saksi dan istri pelaku sudah mendapati RI dalam kondisi gantung diri, bagian celana basah bekas air kencing.

”Saat kedua saksi tiba di rumah kosong itu, mereka melihat RI sudah dalam posisi tergantung, leher terikat menggunakan tali warna putih,” jelasnya.

Kemudian RI dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas SP2 Desa Karang Sari dan kemudian dirujuk lagi ke rumah sakit umum Pratama Supian Hadi Parenggean.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit telah menyatakan RI sudah meninggal dunia.

”Hasil pemeriksaan rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya saja, di leher RI terdapat bekas tali. Penyebab kematian diduga kuat karena gantung diri,” bebernya.

”Menurut informasi yang kami dapat, bahwa RI sering cemburu terhadap istrinya, bila istrinya setelah telepon dengan orang lain,” timpalnya. (rm-85/fm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *