Jepang dan Korsel Bersitegang Gara-gara Isu Wanita Penghibur

Rabu, 28 Februari 2018 02:08

FAJAR.CO.ID — Isu mengenai wanita penghibur pada masa perang yang diangkat Menteri Luar Negeri Korea Selatan memicu Jepang melayangkan protes resmi pada Senin lalu.Jepang memprotes hal itu agar isu mengenai wanita penghibur tak boleh membahayakan hubungan bilateral kedua negara pada masa kritis di Asia Timur saat ini.Wanita penghibur merupakan sebutan untuk wanita Asia yang kebanyakan merupakan wanita Korea yang dipaksa bekerja di rumah bordil pada masa perang.Seperti dilansir Japantoday, Selasa, (27/2), dalam kesepakatan yang dibuat pada 2015 lalu, Jepang telah meminta maaf kepada para wanita tersebut dengan memberikan dana sebesar ¥ 1 miliar atau setara dengan USD 9,4 juta untuk membantu mereka.Namun, baru-baru ini Korsel kembali menyinggung masalah wanita penghibur tersebut. Dua sekutu AS tersebut memiliki sejarah pahit termasuk penjajahan yang dilakukan oleh Jepang. Baiknya hubungan Jepang dan Korsel merupakan kunci internasional untuk mengendalikan program nuklir dan rudal di Korea Utara (Korut).Menteri Luar Negeri Korsel, Kang Kyung Wha, tidak menyebutkan Jepang secara langsung dalam pidatonya di depan Dewan HAM PBB. Namun ia menyerukan tentang pendekatan korban terhadap isu perlindungan wanita.Kang mengatakan, korban yang terpaksa menjadi wanita penghibur sekarang berusia 80 dan 90 tahun. Mereka masih berusaha untuk mengembalikan martabat dan kehormatan mereka.Pemerintahannya dengan rendah hati mengakui usaha-usaha sebelumnya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pemerintah Korsel akan mengambil langkah-langkah yang membantu memulihkan martabat dan kehormatan mereka.

Komentar