Mantan Kuasa Hukum Destiara Sayangkan OTT Wali Kota Kendari

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Kuasa Hukum model seksi Destiara Talita, M Zakir Rasyidin sangat menyayangkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dialami Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), Rabu (28/2). Zakir Rasyidin merupakan orang yang mendampingi Destiara saat berhadapan dengan ADP dalam kasus pencemaran nama baik di Polda Metro Jaya 2017 silam.

Sebagai seorang praktisi hukum, Zakir Rasyidin mengaku terkejut dengan kabar penangkapan ADP bersama sang ayah, Asrun yang juga merupakan mantan Wali Kota Kendari dua periode sekaligus calon gubernur Sultra. Sebab, menurut Zakir Rasyidin, dua hari sebelumnya peristiwa naas itu ia sempat melakukan komunikasi dengan ADP dan sempat berdiskusi cukup lama.

“Kami berdiskusi soal Perkembangan daerah, Saya juga banyak beri masukan soal masalah Hukum, tapi dengan Dia di OTT Oleh KPK Hari Ini, tentu sangat disayangkan, sebab usia dia masih sangat muda tetapi justru terperangkap dalam belenggu hukum tipikor,” kata Zakir Rasyidin kepada fajar.co.id.

Meski sempat berlawanan saat mendampingi Destiara, Zakir Rasyidin mengaku salut dengan ADP dalam menjalankan roda pemerintahan setelah dilantik menjadi Wali Kota Kendari. Terlebih dalam hal pengelolaan anggaran, ADP sangat berhati-hati dengan hal itu.

“Saya Tidak dalam posisi membela Adriatma, tapi setahu saya, dia sangat hati-hati dalam menjalankan roda pemerintahan Kota kendari, apalagi terkait masalah kebijakan anggaran. Tapi apapun itu Saya berharap proses hukum bisa berjalan dengan baik, dan saya yakin KPK sangat profesional,” singkatnya.

Sekedar diketahui, KPK baru saja melakukan OTT terhadap tujuh orang di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ketujuh orang tersebut diantaranya, Asrun, Adriatma Dwi Putra, Hasmun Hamzah (Pengusaha Jotun/PT. Indo Jaya/Direktir PT. Sarana Bangun Nusantara) dan Fatmawati Faqih (Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari), Hamka yang merupakan staff dari ADP, dan dua orang lainnya adalah seorang wanita staf dari Hasmun Hamzah serta seorang lelaki yang adalah pengawal atau ajudan dari Hasmun Hamzah.

Berdasarkan informasi yang diterima fajar.co.id, empat nama pertama diatas, akan diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut di Kantor KPK. Sementara tiga nama terakhir hanya menjalani pemeriksaan di Polda Sultra untuk pelengkap data dari keempat orang yang dibawa ke Jakarta.

Informasi yang dihimpun, dari hasil OTT tersebut, KPK turut mengamankan uang sejumlah Rp. 1,5 Miliar yang diduga diberikan oleh pengusaha untuk memuluskan tender proyek di Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari. Selain itu, KPK juga telah melakukan penggeledahan di Kantor Wali Kota Kendari, Rumah Dinas Wali Kota Kendari dan Kantor BPKAD Kota Kendari. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar