OTT Wali Kota Kendari dan Cagub Sultra, Ketua KPK: Ini Peringatan Keras!

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo belum bisa memberikan banyak komentar terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra dan calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun, Rabu (28/2). Alasannya, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap penyelidikan yang masih sementara berlangsung.

“Masalah OTT ada waktunya. Yang bersangkutan sedang dibawa ke Jakarta. Besok (Kamis, 1/3) akan ada konferensi pers mengenai itu. Jadi, harap ditunggu mudah-mudahan konferensi persnya tidak terlalu malam,” kata Agus Rahardjo dalam konferensi persnya di gedung KPK, Jakarta, Rabu (28/2) malam.

Namun, ia mengaku terkait dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 yang diikuti 171 daerah di Indonesia KPK saat ini tengah mempelajari beberapa calon kepala daerah yang terindikasi melakukan upaya-upaya melawan hukum dalam hal ini yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

“Kita sedang mempelajari beberapa calon kepala daerah yang akan berkompetisi dalam Pilkada ini, padahal kita tahu persis yang bersangkutan tidak lama lagi akan jadi tersangka,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah melakukan diskusi apakah persoalan-persoalan calon kepala daerah ini diumumkan saja agar nantinya masyarakat tidak salah dalam memilih calon pemimpin daerah. Terlebih lagi, pihaknya selama ini tak henti-hentinya untuk menghimbau agar para calon kepala daerah ini tidak bermain-main dengan uang rakyat.

“Polanya kan ini dipergunakan untuk dana kampanye, untuk pemenangan yang bersangkutan dalam Pilkada yang akan datang. Jadi polanya sering seperti itu,” bebernya.

Olehnya itu, Agus juga mengaku sejauh ini KPK telah banyak menerima informasi-informasi yang tidak menutup kemungkinan daerah-daerah lain juga bakal menyusul jika tidak berhenti melakukan upaya-upaya tindak pidana dengan menyalahgunakan uang rakyat. Hal ini tentunya menjadi peringatan keras terutama bagi calon incumben yang ikut serta dalam kompetisi Pilkada.

“Jadi ini peringatan keras terutama bagi incumben yang kemudian melakukan kompetisi di Pilkada yang akan datang. Kadang juga bukan hanya incumben tapi pihak-pihak tertentu juga yang ingin membantu pemenangan,” tuturnya.

Saat disinggung terkait uang Rp. 1,5 miliar yang ikut diamankan dalam OTT tersebut apakah untuk digunakan sebagai dana kampanye pasangan Asrun-Hugua? Agus hanya meminta awak media untuk bersabar. “Ya sabar lah. Yang bersangkutan sedang dibawa kesini, orang kita juga masih ada di sana,” tutupnya. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...