Satu Persatu Buruh Tumbang Kena Gas Beracun di Dalam Kapal

Rabu, 28 Februari 2018 - 06:09 WIB

FAJAR.CO.ID– Kapal MV SUMIEI berlayar dari Tanah Grogot, Kaltim. Membawa 1.600 ton biji sawit. Lempar sauh di Dermaga Martapura Baru pada Sabtu (24/2) siang. Untuk mengambil tambahan 600 ton biji sawit di Banjarmasin. Begitu beres, rencananya muatan itu akan diantar ke Jambi.

Rohman Muhidin yang menjabat sebagai Mualim II Kapal MV SUMIEI, menyaksikan ketika pintu palka dibuka sekitar jam delapan malam. “Sebenarnya tiga jam setelah dibuka baru boleh dimasuki. Untuk pergantian udara, karena di dalam sudah ada ribuan ton kernel (biji sawit). Berbahaya sekali, udaranya beracun,” ujarnya.

Kru kapal belum memberikan aba-aba untuk mengangkut muatan baru. Namun, entah bagaimana, seorang buruh bongkar muat sudah terjun duluan. Sekitar sepuluh menit setelah pintu palka terbuka.

Niatnya melepas jaring untuk memuat kernel baru. Pekerjaannya belum tuntas, dia sudah keburu limbung. “Buruh ini tumbang, lalu mandor bergegas turun menolong. Dia juga tumbang. Saya menyaksikan mereka satu per satu tumbang seperti pohon,” kisahnya.

Tumbang dalam artian sebenarnya. Rohman tidak melihat gelagat seperti tubuh kejang-kejang atau muntah-muntah. Tubuh mereka rubuh begitu saja ke sudut lubang palka. Pada detik itu, dia yakin nyawa mereka sudah tak terselamatkan lagi.

Semua kru kapal pun panik. Ada yang membuat panggilan telepon untuk mencari pertolongan. Ada juga yang berlarian ke belakang kapal mencari perkakas, apapun itu untuk bisa menolong korban. “Melihat mereka terkapar, saya juga panik. Saya tidak berani turun, terlalu nekat,” imbuhnya.

Petugas keamanan pelabuhan kemudian menghubungi Klinik Pelindo dari Pelabuhan Trisakti untuk memberi pertolongan pertama. “Seorang dari tim medik Pelindo ini yang terakhir turun. Dia juga terhirup gas beracun,” pungkasnya.

Pantauan Radar Banjarmasin dua jam setelah kejadian, sejumlah polisi dan keamanan pelabuhan masih berkerumun di sekitar kapal. Ada yang sekadar berjaga, adapula yang mengumpulkan informasi dari awak kapal. Pintu palka tampak terbuka. Tak ada yang berani mendekat, menunggu polisi untuk melakukan olah TKP. (lan/fud/at/nur/ema)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.