Sengketa Tanah di Jalan Pramuka, Penggugat Minta Sidang Dilanjutkan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Langkah mediasi sengketa tanah di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat, antara Alwi Hamu (penggugat) dan tiga tergugat yakni Yayasan Kesejahteraan Sosial Darma Putra Kostrad, MayorChk Mansyur dan Buana Megaj Wiratama (BMW) belum mendapat titik terang. Langkah mediasi sengketa tanah ini sudah dua kali dilakukan di Kantor Pengadilan Jakarta Pusat, Rabu (28/2). Mediasi kedua ini dihadiri oleh penggugat yang diwakili oleh tim kuasa hukum Alwi Hamu, Napal Januat Sembiring. Sementara pihak tergugat satu, dua dan tiga ikut hadir dalam mediasi tersebut. Sebelumnya, saat mediasi pertama yang berlangsung pada, Rabu (21/2) kemarin tergugat satu dan tiga tidak menghadiri langkah mediasi, hingga ditunda sampai Rabu (28/2) hari ini. Dimediasi kedua ini, ketiga tergugat meminta agar waktu mediasi diperpanjang untuk mendapat hasil yang diinginkan tanpa merugikan pihak manapun. Namun, permintaan tiga tergugat ini tak diiyakan oleh penggugat, mengingat respon tiga tergugat atas masalah ini tak begitu serius, hingga penggugat meminta agar langkah ini diselesaikan lewat persidangan. "Ketiga tergugat meminta waktu mediasi diperpanjang. Tapi, kami maunya disidangkan saja," kata Napal kepada Fajar.co.id. Dikatakan Napal, langkah mediasi sudaj berakhir dan akan masuk pada agenda persidangan yang bakal berlangsung pada 7 Maret 2018. "Minggu depan baru hadir dengan agenda sidang. Intinya kami (penggugat-red) sudah tak mau mediasi," tegasnya. Diketahui, saat langkah mediasi berlangsung di Lantai 4 Kantor Pengadilan Jakarta Pusat, puluhan Anggota TNI terlihat memenuhi ruang lobi Pengadilan. Kehadiran puluhan Anggota TNI ini untuk mengawal sidang praperadilan sengketa tanah di Sleman, Jogjakarta. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA

Comment

Loading...