Sindir Trump, Gubernur Washington: Persenjatai Guru Adalah Kekeliruan

Rabu, 28 Februari 2018 - 01:29 WIB
Washington State Governor Jay Inslee (L) listens to participants as U.S. President Donald Trump holds a discussion about school shootings with state governors from around the country at the White House in Washington, U.S. February 26, 2018. REUTERS/Jonathan Ernst

FAJAR.CO.ID — Gubernur Negara Bagian Washington, Jay Inslee, menyindir rencana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mempersenjatai guru. Menurutnya, hal itu adalah kekeliruan.

Inslee mengatakan kepada Trump bahwa saat ini mereka perlu lebih banyak mendengar dan mengurangi bermain kata-kata di Twitter.

Jay Inslee melontarkan komentar ini pada pertemuan musim dingin Gubernur di Gedung Putih pada hari Senin waktu setempat. “Kita memerlukan sedikit tweeting dan sedikit lebih banyak mendengarkan,” tegasnya.

Ia bersikeras bahwa tidak ada guru atau polisi yang menginginkan lebih banyak senjata di sekolah. Ini merujuk pada rencana Trump untuk mempersenjatai guru. “Berbicara sebagai seorang kakek, saya telah mendengarkan orang-orang yang akan terpengaruh olehnya. Guru biologi tidak mau melakukan itu. Saya telah mendengarkan guru kelas satu yang tidak menginginkannya,” jelasnya.

“Saya telah mendengarkan penegak hukum yang mengatakan bahwa mereka tidak ingin melatih guru sebagai lembaga penegak hukum, yang memakan waktu sekitar 6 bulan,” tegasnya.

Gubernur Inslee, seorang Demokrat yang disebut-sebut sebagai calon presiden potensial pada tahun 2020, melanjutkan bahwa saat ini adalah keadaan di mana mereka perlu mendengar. Pendidik harus mendidik dan mereka seharusnya tidak disisipkan untuk bertanggung jawab pada masalah keamanan sekolah.

Trump tidak langsung menanggapi kritik tersebut. Sebelumnya, Presiden menegaskan keinginannya agar guru diberi senjata sehingga mereka bisa menebas penembak di sekolah sebelum mereka bisa melakukan pembantaian.

Dia mengumumkan rencana tersebut sebagai reaksi terhadap penembakan pekan lalu di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida dimana mantan siswa, Nikolas Cruz, 19, membunuh 14 siswa dan tiga pekerja sekolah dengan senapan serbu AR-15. (Metro/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *