Tiga Pelajar SMA Ngaku Nyolong Motor Buat Konvoi

Rabu, 28 Februari 2018 - 08:43 WIB

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Sungguh ironis kelakuan tiga pelajar di Kabupaten Bulungan ini. Masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), sudah nekat berbuat kriminal dengan melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Ketiga bocah itu melakukan pencurian sepeda motor Honda Beat warna biru putih di PKMT Teluk Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Sabtu (17/2) sekira pukul 23.45 Wita.

“Ada tiga orang yang rata-rata masih sekolah atas nama TM, AR, dan NL yang kami amankan karena kasus pencurian,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Gede Prasetia Adi Sasmita kepada Kaltara Pos, kemarin (25/2).

Tak sampai di situ, motor yang dicuri tiga pelajar itu merupakan motor pemerintah yang berpelat merah yang sehari-harinya digunakan SR, warga Selimau. Motor itu diembat pelaku saat diparkir di pinggir jalan dengan kunci masih menggantung di stop kontaknya.

Setelah dibawa kabur, motor tersebut sempat disembunyikan di Kilometer 9, Desa Bumi Rahayu, untuk menghilangkan jejak. Kemudian pelat yang menempel di bodi motor pun dilepaskan oleh ketiga anak tersebut. “Yang punya orang Badan Penyuluh dan Ketahanan Pangan Bulungan,” jelasnya.

Pelaku diamankan setelah kedapatan membawa motor tersebut di Kilometer 2 arah Berau hari Minggu (25/2). Saat itu mereka akan ikut konvoi bersama komunitas anak motor. Namun karena motor yang dibawanya tak menggunakan pelat dan mirip dengan motor yang dilaporkan menghilang, maka petugas mendatangi dan mengeceknya.

Dan, ternyata benar itu adalah motor curian. “Kami tangkap di dekat jembatan arah  pembuangan sampah yang lama di situ ada turunan, saat mau ikut konvoi,” ucapnya.

Ketiga anak mempunyai peran masing-masing saat pencurian. Yang memiliki rencana setelah melihat adanya motor dengan kunci yang masih menempel di stop kontak adalah AR. Kemudian NL bertugas untuk mengawasi lingkungan sekitar, dan yang bertugas mengeksekusi adalah TM.

Saat ini ketiga anak tersebut diamankan di Polres Bulungan untuk diperiksa lebih lanjut. “Jadi semuanya ada peran ada yang temani dan satunya mengawasi di belakang dan satu sebagi eksekutornya. Kondisi motor saat ditemukan, kap dan pelat sudah dibuka dan masih kita lakukan pencarian,” sebutnya.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak ceroboh dan memancing orang untuk berbuat kejahatan, misalnya memarkir motor dengan kunci masih menempel. Karena setiap ada celah maka diambil kesempatan untuk dimanfaatkan orang. Ketiganya pun terancam dikenakan Pasal 363 KUHP.(mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *