Asrun Ditahan KPK, Hugua ‘Berjuang’ Sendiri


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perjalanan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor urut 2, Asrun-Hugua bakal untuk memenangkan Pilkada Sultra bakal semakin berat. Pasalnya, Hugua sudah dipastikan bakal berjuang sendiri tanpa didampingi Asrun. Hal itu menyusul tertangkapnya Asrun dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kendari.Terlebih lagi, PAN melalui Ketua Umum, Zulkifli Hasan sudah menegaskan tidak akan memberikan bantuan hukum kepada calon kepala daerah ataupun kepala daerah yang terjaring kasus korupsi, terlebih lagi tertangkap tangan. Padahal, Asrun yang menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Kendari dan ADP sebagai Sekretaris DPW PAN Sultra merupakan kader terbaik yang dimiliki PAN di Sultra.Asrun bersama sang anak, Adriatma Dwi Putra (ADP) yang juga menjabat sebagai Wali Kota Kendari bersama mantan Kepala BPKAD Kota Kendari, Fatmawati Faqih dan Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (PT SBN), Hasmun Hamzah harus mendekam dibalik jeruji besi KPK pasca OTT dengan barang bukti transaksi sebesar Rp. 2,8 Miliar yang diduga telah digunakan untuk biaya kampanye pasangan calon Asrun-Hugua.Wakil Ketua KPK, Basariah Pandjaitan mengatakan pasta ditahannya Asrun maka aktivitasnya sebagai calon gubernur tidak dapat dilakukan lagi. KPK sendiri tidak mengizinkan Asrun untuk keluar sel tahanan KPK untuk mengikuti kampanye.”Kita sepakat yang bersangkutan (Asrun, red) tidak akan dikeluarkan untuk mengikuti kegiatan kampanye,” tegas Basaria.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar