KPK: Uang Suap Diduga Sudah Digunakan untuk Biaya Kampanye


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan empat orang tersangka dalam peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (1/3). Mereka diantaranya diantaranya Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), Asrun Calon Gubernur Sultra, Fatmawati Faqih mantan Kepala BPKAD Kota Kendari dan seorang pengusaha Hasmun Hamzah sebagai pihak pemberi suap yang juga Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (PT BSN).Dalam OTT tersebut, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pemberian atau penerimaan hadiah atau janji yang diduga dilakukan oleh Direktur Utama PT BSN senilai Rp. 2,8 Miliar. Dengan rincian, Rp. 1,5 Miliar diantaranya dilakukan pengambilan di Bank Mega Kendari pada, Senin (26/2). Sementara Rp. 1,3 Miliar diambil dari Kas PT BSN.”Jadi proses tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK, uang tersebut sudah dibawa dan diduga sudah digunakan untuk biaya kampanye,” kata Febri.Olehnya itu, barang bukti yang diamankan hanyalah buku tabungan, STNK dan kunci mobil. “Barang bukti diantaranya pertama buku tabungan yang menunjukkan adanya penarikan uang Rp. 1,5 miliar yang kedua STNK dan kunci mobil yang kami duga mobil tersebut digunakan sebagai sarana kejahatan untuk membawa sejumlah uang tersebut,” tambahnya.

Petugas KPK saat memperlihatkan barang bukti buku tabungan dan STNK serta kunci mobil hasil OTT di Kota Kendari, Kamis (1/3) di Kantor KPK. Foto: Hariman

KONTEN BERSPONSOR

Komentar