KPU RI Tolak Usulan Dapil KPU Sulbar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU -- Usulan penataan dan penetapan Daerah Pemilihan (Dapil) untuk Pilkada 2019 oleh KPU Sulbar ditolak KPU RI. Di mana pada usulan tersebut hanya menyertakan satu opsi saja, sehingga pihak KPU RI meminta dimasukkan opsi lain, kemudian disetorkan kembali. Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuria, membenarkan hal tersebut. Dia menyatakan, setelah melakukan konsultasi dengan pihak KPU RI, ada kesalahan dalam berita acara, dimana harus ada opsi lain tidak hanya satu. Sehingga pihaknya akan membuat berita acara baru yang menyatakan ada ralat. “Ini hasil konsultasi dengan pihak KPU RI, dimana mereka meminta harus dimasukkan opsi lain agar bisa menjadi pertimbangan. Makanya kami kembali memanggil semua perwakilan partai dan KPU kabupaten untuk menjelaskan hal ini,” kata Usman, Kamis (01/02/2018). Lebih lanjut Usman Suhuria juga menuturkan berita acara perubahan pengusulan penataan dan penetapan akan dilakukan cepat. Pasalnya April merupakan batas pemasukan usulan ke pihak KPU RI. “Dalam waktu dekat ini kami akan kembali melakukan konsultasi dengan pihak KPU RI. Hanya itu yang berubah, yang lainnya tidak ada, termasuk jumlah kursi,” tuturnya. Komisioner KPU Sulbar, Rehang Mas'ud menyatakan berdasarkan aturan pihak KPU provinsi hanya bisa mengusulkan maksimal dua opsi pilihan. Sehingga untuk Kabupaten Mamasa dan Majene tidak ada masalah karena memang dua opsi. Sedangkan untuk Kabupaten Mateng dan Matra (Pasangkayu) juga tidak ada masalah karena hanya satu usulan dari KPU kabupaten. Namun untuk Kabupaten Mamuju dan Polman harus mendapatkan seleksi lagi. Pasalnya dua KPU dua kabupaten tersebut mengusulkan tiga opsi. “Kami KPU Sulbar akan berembuk untuk memilih dua diantara tiga opsi yang ada. Penentuannya ada di KPU Provinsi. Setelah semua selesai akan kami setor lagi ke KPU RI,” tambahnya. Perlu diingat pada Rakor 26 Februari lalu di Hotel D’Maleo KPU Sulbar, hanya mengusulkan satu opsi saja ke KPU RI. Kabupaten Mamasa opsi satu, Polman opsi satu, Majene opsi satu, Mamuju opsi tiga, sedangkan untuk Mateng dan Matra hanya ada satu opsi. (edo)

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Usulan penataan dan penetapan Daerah Pemilihan (Dapil) untuk Pilkada 2019 oleh KPU Sulbar ditolak KPU RI. Di mana pada usulan tersebut hanya menyertakan satu opsi saja, sehingga pihak KPU RI meminta dimasukkan opsi lain, kemudian disetorkan kembali.

Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuria, membenarkan hal tersebut. Dia menyatakan, setelah melakukan konsultasi dengan pihak KPU RI, ada kesalahan dalam berita acara, dimana harus ada opsi lain tidak hanya satu. Sehingga pihaknya akan membuat berita acara baru yang menyatakan ada ralat.

“Ini hasil konsultasi dengan pihak KPU RI, dimana mereka meminta harus dimasukkan opsi lain agar bisa menjadi pertimbangan. Makanya kami kembali memanggil semua perwakilan partai dan KPU kabupaten untuk menjelaskan hal ini,” kata Usman, Kamis (01/02/2018).

Lebih lanjut Usman Suhuria juga menuturkan berita acara perubahan pengusulan penataan dan penetapan akan dilakukan cepat. Pasalnya April merupakan batas pemasukan usulan ke pihak KPU RI.
“Dalam waktu dekat ini kami akan kembali melakukan konsultasi dengan pihak KPU RI. Hanya itu yang berubah, yang lainnya tidak ada, termasuk jumlah kursi,” tuturnya.

Komisioner KPU Sulbar, Rehang Mas’ud menyatakan berdasarkan aturan pihak KPU provinsi hanya bisa mengusulkan maksimal dua opsi pilihan. Sehingga untuk Kabupaten Mamasa dan Majene tidak ada masalah karena memang dua opsi.

Sedangkan untuk Kabupaten Mateng dan Matra (Pasangkayu) juga tidak ada masalah karena hanya satu usulan dari KPU kabupaten. Namun untuk Kabupaten Mamuju dan Polman harus mendapatkan seleksi lagi. Pasalnya dua KPU dua kabupaten tersebut mengusulkan tiga opsi.

“Kami KPU Sulbar akan berembuk untuk memilih dua diantara tiga opsi yang ada. Penentuannya ada di KPU Provinsi. Setelah semua selesai akan kami setor lagi ke KPU RI,” tambahnya.

Perlu diingat pada Rakor 26 Februari lalu di Hotel D’Maleo KPU Sulbar, hanya mengusulkan satu opsi saja ke KPU RI. Kabupaten Mamasa opsi satu, Polman opsi satu, Majene opsi satu, Mamuju opsi tiga, sedangkan untuk Mateng dan Matra hanya ada satu opsi. (edo)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...