Menristekdikti Siap Jadikan BB Mektan Serpong Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir senang bangun kerjasama dengan Kementerian Pertanian dalam mengembangkan Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) sebagai Politeknik Pembangunan Pertanian Serpong.

Kerjasama ini, kata Menristekdikti akan dibuktikan dengan dijadikan BB Mektan sebagai kawasan ekonomi khusus dalam pengembangan pendidikan disektor pertanian. “Kami akan bentuk namanya kawasan ekonomi khusus untuk pendidikan,” kata Menristekdikti di kawasan BB Mektan, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (1/3).

Sebelum memutuskan untuk jadikan BB Mektan sebagai kawasan ekonomi khusus, Menristekdikti sudah mendapat penjelasan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait pengembangan teknologi pertanian di kawasan BB Mektan.

“Pak Menteri Pertanian telah menyampaikan beberapa hal yang ada di kawasan ini, bagaimana nanti bekerjasama dengan Kemenristekdikti dalam kaitan merevitalisasi tentang pendidikan di kawasan ini,” ujar Menristekdikti.

Dikatakan Menristek, kerjasama ini sangat membantu program kerja kedua Kementerian yang masih berkaitan. “Saya sangat senang sekali berkolaborasi dengan Kementerian pertanian, karena apa tugas Kemenristekdikti adalah di hulu, di hilirnya merupakan tugas Kementerian teknis memanfaatkan apa yang dihasilkan dari hulu itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Menristekdikti, langkah Kementan jadikan kawasan BB Mektan sebagai pusat riset, maka harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Nah ini kebetulan Kementan menjadikan ini sebagai pusat riset, harus dimanfaatkan untuk kemanfaatan yang ada di masyarakat. Karena ini untuk pertanian, diharapkan kedepan pertanian Indonesia lebih baik, efesiensi di dapatkan, masyarakat mendapatkan nilai yang lebih tinggi,” harapnya.

Oleh karena iti dalam waktu singkat Kementan dalam waktu singkat bisa mengkoordinasikan, bagaimana kawasan ini betul-betul bisa memberikan nilai tambah bagi sumber daya manusia.

“Kalau karya cukup mengejutkan di bidang pertanian. Saya berterimakasih kepada Pak Mentan dan kedepan adalah bagaimana paska panen bisa lebih baik lagi,” tutup Menristek. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...