Menteri Amran Ancam Tarik Bantuan Mesin Pertanian dari Petani Tak Produktif

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman terus menggenjot semangat petani Indonesia untuk mensukseskan program kerja Pemerintah, untuk melakukan swasembada pangan.

Selain mensukseskan program Pemerintah, Menteri Amran juga berkeinginan besar mensejahterakan petani dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani.

Namun, pemberian bantuan Alsinta itu terancam ditarik ulang bila petani-petani Indonesia tidak produktif. Pasalnya, tujuan diberikan babtuan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Saya sudah membuat Brigade Alsintan, saya cek satu-satu (kelompok tani). Kalau dia tidak optimal, kami pindahkan ke kelompok tani sebelahnya,” kata Menteri Amran di Balai Besar Mekanisasi Badan Litbang Kementerian Pertanian di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (1/3).

Amran menjelaskan, dalam Brigade Alsintan ini, para Bintara Pembina Desa, Dinas Pertanian, dan penyuluh harian lepas (PHL) dilibatkan. Setiap alsintan bakal diawasi penggunaannya. “Menyatu bahkan dengan pokja dan brigade. Sinergi di lapangan,” ucapnya.

Amran mengharapkan, semua kelompok tani benar-benar memanfaatkan bantuan negara itu. Amran tidak mau alsintan menganggur apalagi disalahgunakan.

“Contoh traktor roda empat, kami minta minilam (menggarap) dua hektare per hari. Hand tractor, itu 0,2 hektare per hari. Karena ada yang terjadi kelompok tani, setelah mereka selesai pengelolaan, disimpan di bawah rumah. Ini harus pindah ke daerah lain mengelola,” kata dia.

Sejauh ini, menurut Amran, kelompok tani yang produktif menggunakan dan mengelola penggunaan alsintan adalah Gorontalo. Amran mengharapkan semua daerah mengikuti manajemen penggunaan alsintan seperti Gorontalo. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...