PBB Dizalimi, Yusril Perlu Tabayyun Ke Presiden

Kamis, 1 Maret 2018 17:58

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tindakan KPU menggagalkan PBB dengan dalih tidak lolos verifikasi, sarat dengan kepentingan politik. Patut diduga ada tangan-tangan jahat dari kekuatan lama yang punya dendam politik kepada Yusril Ihza Mahendra.Saya tidak yakin KPU bertindak atas arahan dan intervensi Istana, sebab hubungan Yusril dan Jokowi sangat baik. Yang mesti dicurigai adalah kekuatan lama ikut bermain untuk menjegal PBB.Kalau merujuk pada jejak dan keberadaan PBB di masa 10 tahun kepemimpinan SBY, partai berlambang Bulan Bintang tersebut mengalami tekanan yang luar biasa.Sangat menjadi aneh bila kini, di era Jokowi, ihwal penghadangan terhadap PBB kembali dihidupkan.Dari sisi manapun, tampak jelas Jokowi tidak punya kepentingan dan ambisi politik untuk hancurkan PBB.Jika ihwal intervensi Istana menyebabkan PBB gagal diloloskan, maka pak Yusril perlu tabayyun ke Presiden Jokowi. Agar publik dapat menilai secara jernih dan tidak terjebak fitnah.Lebih jauh, sudah sangat terang faktor polemik seputar verifikasi KPU Kabupaten Manokwari Selatan adalah kesalahan fatal yang wajib diluruskan. Sebab fakta-fakta yang digulirkan PBB sangat kuat dan harusnya diloloskan.

Bagikan berita ini:
3
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar