Peran Fatmawati: Jadi Penghubung Antara Asrun dengan Dirut PT BSN

Lebih jauh, hubungan antara Fatmawati, Asrun dan Hasmun Hamzah bukan baru tahun ini terjalin. Dari hasil pemeriksaan sementara, Hasmun Hamzah telah banyak mengerjakan proyek-proyek di Kota Kendari sejak zaman Asrun menjadi wali kota. Bahkan, dari keterangan Fatmawati yang menyatakan kepada Hasmun Hamzah saat permintaan uang bahwa kebutuhan politik semakin meningkat. Ini menandakan bahwa sudah ada komunikasi-komunikasi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Itulah sebabnya meski saat ini Fatmawati sudah pensiun tapi komunikasi masih terus berjalan. Jadi ini suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. Tidak hanya proyek yang pada saat wali kota sekarang," urainya.

Atas perbuatannya, Hasmun Hamzah sebagai pihak pemberi disangkakan dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), Asrun dan Fatmawati Faqih sebagai pihak yang diduga menerima suap dijerat dengan pasal 11 atau pasal 12 huruf a atau b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah menaikan status keempatnya menjadi tersangka, KPK selanjutnya melakukan penahanan. ADP, Asrun dan Fatmawati Faqih ditahan di rutan KPK di gedung merah putih. Sementara Hasmun Hamzah harus bergabung bersama mantan gubernur Sultra, Nur Alam di lapas Pomdam Jaya Guntur. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...