Terima Uang Suap Rp. 2,8 Miliar, ADP-Asrun Ditetapkan Tersangka, Kronologisnya…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang tersangka dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada Senin hingga Selasa (27-28/2) dibeberapa lokasi di Kendari. Empat tersangka yang ditetapkan diantaranya Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra, Asrun Calon Gubernur Sultra, Fatmawati Faqih mantan Kepala BPKAD Kota Kendari dan seorang pengusaha Hasmun Hamzah sebagai pihak pemberi suap yang juga Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara (PT BSN).

Dalam OTT tersebut, KPK sempat mengamankan setidaknya 12 orang. Selain empat orang yang sudah ditetapkan tersangka tersebut, delapan orang lainnya adalah, inisial W dari pihak swasta, H dan R yang merupakan staf PT Sarana Bangun Nusantara serta lima orang lainnya termasuk PNS dilingkup Pemerintah Kota Kendari.

Wakil Ketua KPK, Basariah Pandjaitan dalam konferensi persnya sangat menyesalkan peristiwa dugaan suap terhadap kepala daerah dan calon kepala daerah yang terus berulang. Peristiwa yang dialami ADP dan Asrun ini juga diduga sama halnya dengan OTT terhadap beberapa kepala daerah belakangan ini.

"KPK menemukan uang suap tersebut diperuntukkan sebagai pendanaan kebutuhan atau kegiatan kampanye calon kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2018," ujar Basariah.

[caption id="attachment_297200" align="alignnone" width="300"] Direktur Utama PT Bangun Sarana Nusantara, Hasmun Hamzah mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Kamis (1/3). Foto: Hariman[/caption]

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...