Terima Uang Suap Rp. 2,8 Miliar, ADP-Asrun Ditetapkan Tersangka, Kronologisnya…


“Dugaan penerimaan uang atau hadiah oleh Wali Kota Kendari melalui pihak lain tersebut diindikasikan untuk kebutuhan kampanye Asrun sebagai calon gubernur Sultra pada Pilkada Serentak 2018. Permintaan uang tersebut terindikasi dengan sandi yang digunakan adalah ‘Koli Kalender’ yang mengacu pada uang Rp. 1 Miliar,” urainya.Setelah melakukan pemeriksaan dan gelar perkara, penyidik KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Wali Kota Kendari secara bersama-sama terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Kendari tahun 2017-2018.”Olehnya itu KPK menaikkan status empat orang tersebut sebagai tersangka,” tegasnya.Atas perbuatannya, Hasmun Hamzah sebagai pihak pemberi disangkakan dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Sedangkan, ADP, Asrun dan Fatmawati Faqih sebagai pihak yang diduga menerima suap dijerat dengan pasal 11 atau pasal 12 huruf a atau b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Setelah menaikan status keempatnya menjadi tersangka, KPK selanjutnya melakukan penahanan. ADP, Asrun dan Hasmun Hamzah ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Fatmawati Faqih ditahan di rutan KPK di gedung merah putih. (Fajar)

Komentar

Loading...