Tiba di KPK, Wali Kota Kendari Sembunyi di Belakang Tubuh Ayahnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP) bersama ayahnya DR Asrun, yang juga salah satu cagub Sulawesi Tenggara (Sultra), DR Asrun akhirnya diseret ke kantor pusat Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Rabu (28/2) malam.

Keduanya tiba di Jakarta dengan Lion Air sekitar pukul 22.05 WIB. Pada Kamis dinihari, ADP dan ayahnya dibawa menuju ke KPK dengan mobil petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Keduanya berjalan dikawal oleh para petugas komisi anti rasuah itu. Asrun mengenakan kemeja putih dibalut jaket kulit dari luarnya, dan mengenakan peci di kepalanya, sesampainya di depan gedung KPK, Asrun membuka masker yang semenjak tadi menutup mulutnya.

Sementara di belakanganya, sang Anak berjalan sambil sesekali menudukan wajahnya dari sorotan kamera awak media, Ia enggan melepaskan masker dari wajahnya meskipun dimintai petugas. ADP berjalan persis di belakang ayahnya.

Keduanya enggan berkomentar ketika dimintai keterangan oleh awak media.

Adriatma Dwi Putra (ADP) merupakan Wali Kota Kendari yang masih berumur 28 tahun. Sementara ayahnya DR Asrun merupakan mantan Walikota Kendari yang juga merupakan Calon Gubernur di Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan informasi yang diterima Fajar.co.id, ada tujuh orang yang ditangkap tangan KPK. Dari tuju orang itu, hanya empat orang saja yang digelandang ke KPK. Mereka diantaranya, Asrun, Adriatma Dwi Putra, Hasmun Hamzah (Pengusaha Jotun/PT. Indo Jaya/Direktir PT. Sarana Bangun Nusantara) dan Fatmawati Faqih (Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari).

Sementara tiga orang lainnya, yakni Hamka yang merupakan staff dari ADP, dan dua orang lainnya adalah seorang wanita staf dari Hasmun Hamzah serta seorang lelaki yang adalah pengawal atau ajudan dari Hasmun Hamzah. Mereka hanya menjalani pemeriksaan di Polda Sultra untuk pelengkap data dari keempat orang yang dibawa ke Jakarta.

Informasi yang dihimpun, dari hasil OTT tersebut, KPK turut mengamankan uang sejumlah Rp. 1,5 Miliar yang diduga diberikan oleh pengusaha untuk memuluskan tender proyek di Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari. Selain itu, KPK juga telah melakukan penggeledahan di Kantor Wali Kota Kendari, Rumah Dinas Wali Kota Kendari dan Kantor BPKAD Kota Kendari. (*/Fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...