Waduh, Pemilik Sabu 297 Gram kok Kabur

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Tim Eastern Fleet Quick Response (EFQR) Lanal Nunukan, Selasa (27/2) melaksanakan tugas di Pos AL Sei Pancang. Semua speedboat yang keluar-masuk lintas batas negara Tawau-Sebatik diperiksa.

Saat dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen maupun barang bawaan terhadap satu unit  speedboat dengan nomor TW. 3901/6/P dengan mesin 85 PK pada pukul 06.55 Wita, salah seorang penumpang melarikan diri meninggalkan barang bawaannya. Diketahui speedboat itu dinakhodai Hariyanto beserta dua anak buah kapal (ABK) dengan tiga penumpang. “Sebelum melarikan diri, penumpang tersebut izin untuk buang air kecil ke dalam pos, tapi dia malah melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor yang terparkir di pos,” ucap Kadispen Lantamal XIII Tarakan Kapten Laut Syahrul.

Saat salah satu penumpang tersebut kabur dengan membawa sebuah sepeda motor, Tim EFQR Lanal Nunukan berusaha melakukan pengejaran, namun pelaku meninggalkan sepeda motor di mercusuar Sei Pancang. “Ditemukan 6 paket narkoba jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening, 1 unit HP Samsung Duos, 1 unit HP Nokia 105 dan 1 unit HP Samsung lipat dalam kondisi rusak,” ucapnya.

Mendapatkan barang bukti sabu yang ditinggal kabur pemiliknya, Tim EFQR Lanal Nunukan pada pukul 07.15 Wita melakukan koordinasi  dengan Pos Satgas Pamtas TNI AD, Satgas Marinir Ambalat dan Polsek Sebatik Timur serta Satreskoba Polres Nunukan untuk melaksanakan penyekatan di pelabuhan-pelabuhan tikus di wilayah Sebatik. “Kami melakukan sweeping  terhadap pelaku yang melarikan diri dengan ciri-ciri, warna kulit sawo matang, gigi ompong, kaos oblong warna putih, sesuai di foto yang ditemukan dalam tas penumpang yang melarikan diri tersebut,” ujarnya.

Mencari tahu keberadaan pelaku Tim EFQR Lanal Nunukan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi yang ada dalam speed boat tersebut yang bekerjasama dengan Reskrim Polsek Sebatik Timur

“Setelah ditimbang beratnya mencapai 297 gram saat ini barang bukti diamankan dan dibawa ke Lanal Nunukan serta dilaksanakan koordinasi dengan Polsek Sebatik untuk proses pendalaman guna menemukan pemilik barang haram tersebut,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa pemeriksaan kelengkapan dokumen maupun barang bawaan yang dilakukan Tim EFQR di jalur keluar masuk lintas batas negara Tawau–Sebati, merupakan prosedur yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan counter attack teroris dari Tawau, Malaysia ke Sebatik. (jnr/lim)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...