ADP-Asrun Ditahan, Rumah Pribadi Mantan Bupati Konsel Ikut Digeledah KPK

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan terhadap empat orang tersangka hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Empat tersangka yang sudah ditahan KPK adalah, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), calon Gubernur Sultra, Asrun, mantan Kepala BPKAD Kendari, Fatmawati Faqih dan Direktur PT Bangung Sarana Nusantara (PT BSN), Hasmun Hamzah.

Jum’at (2/3) sekitar pukul 13.30 WITA, Tim KPK yang dibagi lima kelompok dikawal anggota Polisi bersenjata lengkap melakukan penggeledahan di lima lokasi di Kendari. Lima tempat tersebut yakni Rumah Dinas Wali Kota Kendari, rumah pribadi Asrun, toko dan kantor milik Hasmun Hanzah, rumah pribadi mantan Bupati Konawe Selatan (Konsel) Imran mertua dari ADP, dan rumah Fatmawati Faqih.

Berdasarkan pantauan jurnalis Berita Kota Kendari (Fajar.co.id Group), khusus di rumah dinas Wali Kota Kendari, bagi jurnalis dan orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Pintu gerbang masuk dijaga ketat tiga anggota Satuan Polisi Pamong (Satpol-PP) Kota Kendari, sehingga awak media hanya bisa menengok dari luar pagar rujab.

Setelah turun dari tiga mobil yang dikendarai, para penyidik langsung menuju ke pintu masuk rujab, baik bagian belakang mauapun depan. Sayang, dua pintu masuk dalam ruang rujab terkunci.

Sambil menunggu kunci rujab, penyidik KPK sempat berkeliling ke semua sisi halaman rujab sambil mengarahkan pandangan sudut-sudut rumah dan halamannya, seolah mencari sesuatu.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...