ADP-Asrun Ditahan, Rumah Pribadi Mantan Bupati Konsel Ikut Digeledah KPK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan terhadap empat orang tersangka hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Empat tersangka yang sudah ditahan KPK adalah, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), calon Gubernur Sultra, Asrun, mantan Kepala BPKAD Kendari, Fatmawati Faqih dan Direktur PT Bangung Sarana Nusantara (PT BSN), Hasmun Hamzah.

Jum’at (2/3) sekitar pukul 13.30 WITA, Tim KPK yang dibagi lima kelompok dikawal anggota Polisi bersenjata lengkap melakukan penggeledahan di lima lokasi di Kendari. Lima tempat tersebut yakni Rumah Dinas Wali Kota Kendari, rumah pribadi Asrun, toko dan kantor milik Hasmun Hanzah, rumah pribadi mantan Bupati Konawe Selatan (Konsel) Imran mertua dari ADP, dan rumah Fatmawati Faqih.

Berdasarkan pantauan jurnalis Berita Kota Kendari (Fajar.co.id Group), khusus di rumah dinas Wali Kota Kendari, bagi jurnalis dan orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Pintu gerbang masuk dijaga ketat tiga anggota Satuan Polisi Pamong (Satpol-PP) Kota Kendari, sehingga awak media hanya bisa menengok dari luar pagar rujab.

Setelah turun dari tiga mobil yang dikendarai, para penyidik langsung menuju ke pintu masuk rujab, baik bagian belakang mauapun depan. Sayang, dua pintu masuk dalam ruang rujab terkunci.

Sambil menunggu kunci rujab, penyidik KPK sempat berkeliling ke semua sisi halaman rujab sambil mengarahkan pandangan sudut-sudut rumah dan halamannya, seolah mencari sesuatu.

Tiga mobil Toyota Kijang Innova masing-masing bernomor polisi DT 1126 HE, DT 1354 NE, DT 1816 GE, yang dikendarai tim penyidik terparkir rapi di halaman depan rujab.

Beralih ke Toko Indo Jaya, distributor bahan bangunan. Toko milik Hasmun Hamzah seketika tutup setelah kedatangan tamu dari komisi anti rasuah ini.

Akibatnya, beberapa calon pembeli yang berdatangan langsung pulang ketika melihat karyawan menarik pintu toko yang terbuat dari besi baja.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto membenarkan jika anggota Polda melakukan pengawalan terhadap tim KPK.

“Selama minta bantuan kepada kita, ya wajib kita berikan. Apalagi pengawalan dan pengamanan itu,” pungkas perwira polisi dengan dua melati di pundak ini melalui sambungan telepon.

Dalam kasus dugaan suap yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) ini, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni calon Gubernur Sultra Asrun, Wali Kota Kendari ADP, Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari Fatmawati Faqih, dan pengusaha Hasmun Hamzah yang disebut sebagai pemberi uang senilai Rp 2,8 miliar.

Hinga berita ini dirilis, Tim KPK yang melakukan penggeledahan belum juga keluar dari lima lokasi tersebut. (Fajar/man/aha)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar