Berwal Saling Olok di Facebook, Berlanjut Hingga Saling Tonjok

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Video perkelahian yang viral di media sosial facebook, Selasa (27/2), sempat membuat para  pengguna medsos heboh akibat ulah dua remaja perempuan itu.  Setelah viral beberapa jam di medsos, Polsek Tarakan Utara langsung mencari tahu kebenaran video.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, IPDA Taharman, S. Kom mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan langsung kepada salah satu remaja yang terlibat dalam perkelahian tersebut dan pelaku yang merekam sekaligus yang menyebarkan video.

“Jadi kita hanya sebatas melakukan pemanggilan saja untuk dimintai keterangan sebagai klarifikasi. Jadi, kita minta keterangan itu dari sore sampai malam,” ungkapnya.

Dijelaskan Taharman, dari keterangan sementara para remaja yang sudah dipanggil itu, beralasan perkelahian dipicu saling olok di media sosial. Salah satu pelaku merupakan warga yang berasal dari Juata Laut dan salah satu pelakunya lagi yang belum dipanggil polisi diduga merupakan warga Ladang, Kelurahan Pamusian.

“Mereka olok-olok di facebook dan saling menantang-nantang. Hingga pada akhirnya, mereka janjian ketemuan di daerah Bengawan untuk berkelahi,” bebernya.

Diketahui, salah satu pelaku yang sudah dipanggil polisi berinisial SM (15) dan merupakan seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Tarakan. Pelaku lainnya hingga saat ini keberadaannya belum diketahui.

“Kita  hanya meminta keterangan saja karena video ini lagi viral. Tapi belum sampai ke ranah penyidikan. Apalagi saat ini belum ada yang merasa keberadan dan melaporkan. Jadi harus ada laporan baru bisa ditingkatkan ke penyidikan,” imbuhnya.

Menanggapi viralnya video perkelahian, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tarakan Ilham Noor mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut bisa terjadi di kalangan remaja. Namun saat kejadian itu, pihaknya memastikan waktu kejadian terjadi di luar waktu sekolah.

“Kita berharap pemantauan dari semua aspek, kalau belum pulang sekolah maka tanggungjawab sekolah. Tapi kalau sudah pulang sekolah itu pantaun pertama dari anak sendiri untuk bisa mengendali diri sendiri,” ungkapnya.

Ilham menegaskan, apabila masih ada kejadian serupa terjadi dan terlihat di kalangan masyarakat, dia meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. Selain itu, dia pun telah meminta kepada kepala sekolah dari para remaja yang terlibat perkelahian itu agar memanggil kedua orang tuanya.

“Kalau memang pemicu permasalahan dari lingkungan sekolah, sudah saya perintahkan untuk membuat surat pernyataan. Saya sudah instruksikan untuk cari pemicunya dulu,” pungkasnya. (zar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...