Bukan ‘Kawin Paksa’, NH-Aziz Berpasangan Karena Ideologi


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), dijuluki pasangan ideal. Bukan hanya karena pasangan ini merupakan kolaborasi tokoh nasionalis dan tokoh religius dengan keseimbangan program dunia dan akhirat. Lebih dari itu, NH-Aziz merupakan satu-satunya pasangan yang menyatu karena ideologi, bukan karena ‘kawin paksa’ demi maju pada Pilgub Sulsel 2018.Juru bicara NH-Aziz, Muhammad Natsir, mengungkapkan tidak ada kandidat yang seideal NH-Aziz. Pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut maju pada Pilgub Sulsel 2018 bukan karena ingin mengejar kekuasaan dan menumpuk kekayaaan. “NH-Aziz pantas disebut pasangan ideal. Itu karena pasangan ini menyatu bukan ‘kawin paksa’, melainkan kesamaan ideologi,” ucap Natsir.Natsir melanjutkan NH-Aziz juga merupakan pasangan yang sangat kompak serta telah membagi tugas dan tanggungjawab sedari dini. NH yang memiliki latar belakang sebagai politikus dan pengusaha akan mengurus ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. Sedangkan Aziz yang berlatar belakang dai dan besar dari lingkungan pesantren bakal mengurus persoalan akidah umat.Idealisme membangun Sulsel Baru menjadi salah satu materi yang disampaikan NH-Aziz saat kampanye tatap muka dan dialogis di Lapangan Duaboccoe, Kabupaten Bone, Kamis, 1 Maret. Di hadapan ribuan masyarakat Bone, Aziz menegaskan dirinya mantap berpasangan dengan NH semata untuk membangun Sulsel yang lebih sejahtera dan berkeadilan.“Saya dan Pak NH mantap berpasangan karena kesamaan ideologi. Bukan untuk mengejar kekuasaan atau menumpuk kekayaan,” tegas Aziz.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar