Dari OTT Wali Kota Kendari, 12 Orang Ditangkap, Rp 2,1 Miliar Diamankan

Jumat, 2 Maret 2018 05:09

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat kepala daerah Kendari, Sulawesi Tenggara terkait dengan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Pemkot Kendari tahun 2017-2018.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan menjelaskan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan penyidikan di beberapa lokasi di Kendari, KPK mengamankan total 12 orang.”Adriatama Dwi Putra (ADR) Walikota Kendari periode 2017-2022, Asrun (ASR) Cagub provinsi Sultra (Ayah walikota Ke dari), Fatmawati Faqih (FF) Mantan Ka BPKAD, Hasmun Hamzah (HH Dirut PT SBN), W swasta, H (Staf PT SBN), R ( Staf PT SBN), dan lima orang lain termasuk PNS dilingkungan Pemkab Kendiri,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Kamis, (1/3).Selanjutnya 5 dari 12 orang yang ditangkap KPK diterbangkan ke Jakarta pada tanggal 28 Februari malam, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.”Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam, dilanjutkan dengan gelar perkara, disimpulkan adanya tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh walikota kendari, secara bersama-sama terkait pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Pemkot Kendari tahun 2017-2018,” tambahnya.Nilai suap dalam kasus ini mencapai Rp 2,8 miliar. Angka itu terdiri dari transaksi pada tanggal 26 Februari 2018 sejumlah  Rp 1,5 miliar yang ditarik dari Bank Mega di Kendari oleh staf PT SBN dan Rp 1,3 miliar dari uang kas yang kemudian akan diberikan pada Walikota Kendari Adriatama Dwi Putra (ADR).

Bagikan berita ini:
2
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar